Senat UIN Mataram Kukuhkan Guru Besar

Hj. Warni Djuwita menyampaikan orasi ilmiah pada saat pengukuhan dirinya sebagai guru besar di UIN Mataram, Kamis (8/8). (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram resmi memiliki guru besar baru. Kamis, 8 Agustus 2019 Prof. Dr. Warni Djuwita, M.Pd., dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini dalam sidang senat terbuka UIN Mataram. Surat keputusan dibacakan oleh Kepala Biro Kepegawaian UIN Mataram, Badrun M.Pd.

Agenda yang berlangsung di halaman kampus 1 UIN Mataram tersebut dipimpin Ketua Senat UIN Mataram Prof. Taufik. Hadir pagi itu Rektor UIN Mataram beserta jajaran pejabat kampus, Bupati Lombok Timur, Ketua TP PKK Kota Mataram Hj. Suryani Ahyar Abduh. Selain itu juga hadir mantan Bupati Lombok Barat Drs. H. Lalu Mudjitahid.

“Terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu saya hingga sampai di tahapan ini,” ucap Warni Djuwita dalam orasi Ilmiahnya.

Ia mengatakan butuh proses yang panjang dan kerja keras untuk meraih gelar akademik tertinggi ini. Dirinya mengatakan setiap tahun terjadi peningkatan kekerasan seksual pada anak di lingkup keluarga. Data dua tahun terakhir yakni per 31 Oktober 2018 tercatat ada 868 kasus kekerasan, 219 di antaranya kekerasan seksual terhadap anak (dokumen Ketua P2TP2A NTB). “Hal inilah yang mengetuk hati saya untuk menggeluti dunia anak usia dini,” ungkap Warni.

Sementara Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Mutawalli, mengucapkan selamat atas gelar baru yang diterima Hj. Warni Djuwita. “Semoga hal ini bukan hanya menjadi momen peningkatan kapasitas diri, melainkan juga mampu meningkatkan kapasitas lembaga (UIN Mataram), serta bermanfaat bagi nusa dan bangsa,” tutur Mutawalli.

Mutawalli menganggap Warni Djuwita melalukan terobosan yang luar biasa, jika ia mampu mengintegrasikan keilmuan sosial keislaman dengan kearifan lokal yang ada. Dirinya juga menyampaikan kini sudah ada 10 orang guru besar di UIN Mataram.

Sebelum menutup sidang, Prof. Taufik mendorong seluruh dosen untuk rajin melakukan penelitian dan menulis karya ilmiah, karena itu menjadi syarat untuk meraih gelar guru besar. (dys)