SMPN 8 Mataram Tambahkan Pembinaan Bahasa Inggris

Ishaka (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – SMPN 8 Mataram memberikan tambahan pembinaan bahasa Inggris sebagai ekstrakurikuler (ekskul) bagi siswa yang berminat. Hal itu dilakukan untuk menyiapkan siswa menghadapi tantangan revolusi industri 4.0 dan globalisasi yang kian pesat saat ini.

Kepala SMPN 8 Mataram, H. Ishaka, S.Pd., MM., ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 7 Agustus 2019 mengatakan, mulai tahun ini pihaknya mengembangkan ekskul Bahasa Inggris dan membuka kesempatan bagi siswa untuk menambah pengetahuan Bahasa Inggris mereka. Ia menekankan ekskul Bahasa Inggris itu dibuka agar siswa bisa menguasai Bahasa Inggris, karena merupakan bahasa internasional.

“Kami memberikan dasar ke anak-anak. Di samping pintar bahasa Indonesia, bahasa Inggris juga harus dikuasai di tengah pergaulan global saat ini. Kita harus siap hadapi tantangan ke depan, agar anak-anak tidak ketinggalan nantinya,” katanya. Nantinya kegiatan pembinaan bahasa Inggris akan dimulai pada bulan Agustus tahun ini. Pada awalnya pihaknya berencana membuka hanya satu kelas saja, tapi ternyata siswa yang berminat sangat banyak, sehingga kemungkinan kelas yang dibuka mencapai empat kelas.

Menurutnya, kegiatan itu akan dilaksanakan setiap haris Rabu dan Sabtu. Ekskul akan diisi oleh tutor dari luar sekolah yaitu mahasiswa Universitas Mataram (Unram). “Ini untuk memberikan dasar ke anak, kita adakan kerja sama dengan mahasiswa Unram yang peduli terhadap pendidikan. Ekskul ini untuk membangkitkan minat siswa untuk mempelajari bahasa Inggris,” katanya.

Ishaka juga menyampaikan adanya ekskul Bahasa Inggris itu karena kemampuan dasar Bahasa Inggris siswa masih kurang. Sekolah berupaya melaksanakan kegiatan khusus penambahan kemampuan bahasa Inggris untuk menambah pengetahuan siswa. Ekskul bahasa Inggris tersebut baru kali ini dilaksanakan di SMPN 8 Mataram. Di tahun sebelum-sebelumnya belum pernah ada ekskul bahasa Ingris. “Karena tahun kemarin belum pernah seperti ini
Karena kita lihat kemampuan dasar bahasa Inggris anak masih kurang,” ujar Ishaka. (ron)