Sekolah di Pelosok Kabupaten Bima Tak Diperhatikan

SDN Inpres Natu Kecamatan Sape, Kabupaten Bima yang kondisinya memprihatinkan. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Kondisi sarana dan prasarana sekolah di Kabupaten Bima, terutama di daerah pelosok ditemukan masih jauh dari layak, karena tidak ada perhatian dari Pemerintah.

Potret sekolah yang tidak layak itu, salah satunya SDN Inpres Natu Kecamatan Sape. Dari lima ruangan, empat diantaranya retak dan satu ruangan sudah roboh. Bahkan kondisi gedung tersebut sudah tak layak dijadikan tempat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Alumni SDN setempat, Juwanda mengatakan sekolah yang berada di Desa Poja tersebut sudah berdiri selama puluhan tahun lebih. Namun kondisi bangunannya rusak sejak dua tahun terakhir. “Sudah seharusnya sekolah ini diperbaiki karena berdiri lama. Kondisi gedungnya tidak layak. Ruang kelas retak dan satu diantaranya sudah roboh,” katanya akhir pekan kemarin.

Menurutnya, dengan kondisi sekolah yang rusak tersebut, proses KBM menjadi terganggu. Para siswa dan guru kerap dibayangi kegelisahan, khawatir bangunan roboh seketika. Untuk itu, Ia berharap kepada Dinas teknis terkait agar segera memperhatikan gedung di sekolah setempat. Mengingat Pemerintah wajib menyedikan layanan pendidikan yang bermutu bagi warganya.

“Saya bersama dengan masyarakat lain berharap agar sekolah ini bisa diperhatikan dan diperbaiki dengan bagus,” harapnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, Nukrah S.Sos, menyinggung kualitas pendidikan di Kabupaten Bima yang masih jauh dari layak. Padahal alokasi anggaran setiap tahun lebih dari 20 persen. “Dana pendidikan kita lebih dari 20 persen dialokasikan, tapi masih ada kualitas sekolah yang rusak, bahkan masih dikatakan tidak layak,” ujarnya.

Menurut dia, anggaran untuk sektor pendidikan di Kabupaten Bima dialokasikan lebih besar dari amanat UU pendidkan yakni 20 persen. Dalam postur APBD, justru menganggarkan 21 persen. “Alokasi anggaran ini untuk perbaikan dan pembangunan fisik sekolah,” katanya.

Selain itu Nukrah juga menyesalkan masih ada sekolah di Kabupaten Bima yang sudah layak namun terus mendapat anggaran rehablitasi atau perbaikan. Padahal masih ada sekolah rusak justru tidak mendapat anggaran. “Kalaupun ada bantuan, jumlanya sedikit sehingga tidak cukup untuk menuntaskan persoalan yang ada. Saya kira ini adalah PR besar yang harus dituntaskan,” katanya.

Sementara Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima, Zainuddin S.Sos MM, enggan mengomentari banyak terkait kondisi sekolah tersebut, lantaran baru mengetahui informasi. “Saya baru tahu sekarang, tapi nanti akan kami koordinasikan dengan UPT Dikbudpora Kecamatan Sape untuk mengecek,” katanya singakt. (uki)