Penjemput Siswa Dilarang Parkir di Depan Sekolah

Kemacetan lalulintas di ruas jalan depan SMPN 1 Mataram, Rabu, 31 Juli 2019, saat jam bubar sekolah. Para penjemput akan diarahkan parkir di IC, dan siswa yang akan berjalan ke IC. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Kendaraan penjemput siswa yang bersekolah di Jalan Pejanggik, Kota Mataram, dalam waktu dekat tidak diperbolehkan parkir di ruas jalan depan sekolah. Para penjemput nantinya akan dialihkan ke Islamic Center (IC). Dengan begitu, kemacetan arus lalulintas yang terjadi setiap jam pulang sekolah di jalan Pejanggik tidak akan terjadi lagi.

Pada pukul 13:30 Wita hingga 14:30 Wita, kondisi ruas jalan di depan SMPN 2, SMPN 15 dan SMPN 1 Mataram macet total. Kemacetan yang terjadi dikarenakan para orang tua siswa menjemput anaknya di depan SMP dan membuat ruas jalan macet total.

Hal tersebut mendasari pemindahan lokasi penjemputan yang telah telah direncanakan oleh Dinas Perhubungan Kota Mataram. “Siswa yang bersekolah di sana nanti bisa di jemput di IC. Kita sudah dapat izin dari IC, jadi mobil-mobil orang tua yang melakukan penjemputan di depan SMP itu kita alihkan ke IC dalam waktu dekat ini,” kata Kepala Dishub Kota Mataram, Drs. M. Saleh, Kamis, 31 Juli 2019 (31/7).

Baca juga:  Tak Melanjutkan Pendidikan Menengah, Kemiskinan dan Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Dishub juga telah melakukan rapat koordinasi dengan Dinas Dikbud, Kepala SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 15 Mataram terkait hal tersebut. Selain itu, rencana Dishub kota Mataram juga akan melakukan pengadaan dan akan mengaktifkan kembali Bus Rapid Transit (BRT) dalam bentuk Bus Sekolah sebanyak 2 unit untuk dioperasikan khusus di Jalan Pejanggik.

“Nanti 2 unit Bus Sekolah ini menjemput para siswa saat sekolah dan pulangnya. Kita akan jemput di kampung perumahan mereka. Di mana perumahan siswa yang banyak, kita siagakan di situ. Untuk mengurai kemacetan itu agar tidak ada keluhan dari orang tua siswa,” terangnya.

Baca juga:  32.355 Anak NTB Tak Mengenyam Pendidikan Menengah

Seiring dengan pengaktifan bus sekolah itu, kata Saleh, ia juga akan mengaktifkan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Sebab JPO itu akan berfungsi saat menuju daerah penjemputan di IC. Persoalannya yakni JPO tersebut mengalami kerusakan. “Kita akan usahakan JPO itu agar bisa diperbaiki agar bisa kembali difungsikan,” katanya.

Terkait pengaadaan BRT, Saleh mengatakan, mungkin tidak akan berhasil serta merta. “Di APBDP kita akan berdayakan bus sekolah. Belum bisa berani beli mobilnya. Maka kita pakai sistem sewa. Mudah-mudahan ini sudah di APBDP. Jika sudah ada nantinya bus sekolah yang akan beroperasi bisa lounching di HUT Kota,” katanya. (viq)