Dukung Program Beasiswa, Malaysia Gelar Tes MUET di NTB

Suasana keterangan pers bersama delegasi Kementerian Pendidikan Malaysia di Kantor Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sabtu, 13 Juli 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Malaysia mendukung penuh program beasiswa NTB yang sedang dilaksanakan Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc – Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd. Dimana, Malaysia merupakan salah satu tujuan pengiriman anak-anak muda NTB untuk melanjutkan kuliah ke luar negeri.

Mulai September mendatang, seratusan mahasiswa NTB akan dikirim kuliah pascasarjana pada 18 universitas negeri terkemuka di Malaysia. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Malaysia menggelar Malaysian University English Test (MUET) di Mataram, NTB sejak 9-13 Juli 2019.

Asisten I Setda NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si dalam keterangan pers bersama delegasi Kementerian Pendidikan Malaysia di Kantor Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sabtu, 13 Juli 2019 menyampaikan pengiriman anak-anak muda NTB kuliah pascasarjana ke Malaysia merupakan tindaklanjut kerjasama Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia. Kerjasama Pemerintah RI dengan Malaysia akan dimulai dari NTB lewat sektor pendidikan.

“Masuknya melalui sektor pendidikan sesuai dengan misi pak Gubernur dan Wakil Gubernur,” kata Eva.

Sesuai RPJMD NTB 2018-2023, salah satu visi Gubernur dan Wakil Gubernur adalah NTB Cerdas. Visi ini akan diwujudkan dengan mengirim 1.000 anak muda NTB belajar ke luar negeri.

Salah satu negara yang menjadi tujuan pengiriman anak muda NTB belajar ke luar negeri adalah negeri jiran Malaysia. Dengan kerjasama ini, diharapkan hubungan antara NTB dan Malaysia akan semakin erat.

Delegasi Kementerian Pendidikan Malaysia yang melaksanakan MUET di NTB antara lain Ketua Eksekutif Majelis Peperiksaan Malaysia, Tn. Hj. Mohd Fauzi Datuk Hj Mohd Kassim, Timbalan Ketua Pengarah JPT KPM, Prof. Dr. Mohd Cairul Iqbal  Mohd Amin, Pengarah Education Malaysia Indonesia, Prof. Madya Dr. Mior Harris Mior Harun,Timbalan CEO MPM, Encik Adnan Hussin, Setiausaha Bahagian MPM, Encik Badrul Hisham Abdullah, Atase Pendidikan, Encik Mubarak Shamsuddin dan Eksekutif Officer, Megat Mohd Samsul.

Hadir juga Kepala Divisi Kerjasama LPP NTB, Immanuella Andilolo. Immanuella menjelaskan kerjasama pendidikan ke Malaysia sudah berlangsung sejak November 2018. LPP NTB diberikan amanah oleh Gubernur untuk melaksanakan program beasiswa NTB.

‘’Salah satunya mengirim siswa NTB studi ke Malaysia,’’ katanya.

Imma menjelaskan, alasan calon penerima beasiswa NTB yang akan dikirim ke Malaysia perlu tes MUET. Ia mengatakan LPP NTB sudah mengirim mahasiswa NTB kuliah pascasarjana ke Polandia. Dimana, pemberi beasiswa mensyaratkan tes bahasa, seperti IELTS dan TOEFL.

Saat pembukaan beasiswa ke Polandia, ujar Imma, tidak banyak anak-anak NTB yang mendaftar. Bukan berarti mereka tidak bisa bahasa Inggris. Tetapi untuk tes TOEFL dan IELTS membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

Tes MUET merupakan syarat wajib bagi awardee NTB yang akan kuliah ke universitas-universitas  yang ada di Malaysia. Ia menyebut biaya untuk tes MUET sebesar Rp3,5 juta. Agar biayanya lebih murah, pelaksanaan tes MUET dilaksanakan di Mataram, NTB.

Tes MUET dilaksanakan di UPT Pusat Bahasa Universitas Mataram. Speaking test dilaksanakan 9-12 Juli 2019. Sedangkan written test yang meliputi listening, reading dan writing dilaksanakan 13 Juli 2019.

Pengarah Education Malaysia Indonesia, Prof. Madya Dr. Mior Harris Mior Harun menjelaskan NTB merupakan daerah kedua di Indonesia tempat digelarnya tes MUET. Sebelumnya, MUET dilaksanakan di Jakarta, 26-29 Juni 2019 lalu.

Ia menjelaskan baru pertama kali MUET dilaksanakan di luar Malaysia. Bahkan, pelaksanaan MUET di Indonesia juga merupakan yang pertama kali. Dikatakan MUET merupakan prasyarat bagi mahasiswa dari luar negeri kuliah di universitas Malaysia.

Ketua Eksekutif Majelis Peperiksaan Malaysia, Tn. Hj. Mohd Fauzi Datuk Hj Mohd Kassim menjelaskan MUET mempunyai empat komponen penilaian, yakni listening 15 persen, speaking 15 persen, reading 40 persen dan writing 30 persen. Nilai agregat dari sari keseluruhan komponen  penilaian akan diberikan peringkat band.

Terdapat enam peringkat band dengan yang tertinggi adalah band 6 (Highly Proficient User ). Syarat minimum nilai MUET untuk masuk universitas di Malaysia adalah band 3. Band 3 adalah Modest User dan band 4 (Satisfactory User).

Disebutkan sebanyak 128 awardee NTB yang akan kuliah pascasarjana di Malaysia ikut tes MUET yang dilaksanakan di Mataram. Dikatakan MUET telah diakui oleh beberapa universitas terkemuka  di luar negeri. Seperti Singapura, Hongkong, Inggris, Jepang, Cina dan Amerika Serikat.

Ia menyebut biaya kuliah di Malaysia relatif terjangkau dan terakui. Beberapa universitas terkemuka di Malaysia juga masuk rangking 500 universitas di dunia. Saat ini sebanyak 170.000 mahasiswa asing kuliah di Malaysia. Dari jumlah itu sebanyak 11.000 orang berasal dari Indonesia. (nas)