Kuota Siswa di SMA/SMK Belum Terpenuhi

Ketua Panitia PPDB Provinsi NTB, H. Aidy Furqon saat menerima laporan dari orang tua/wali siswa terkait permasalahan PPDB. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Pengumuman hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA jalur zonasi umum dan SMK jalur umum telah diumumkan Senin, 8 Juli 2019 malam. Dari hasil itu banyak sekolah yang belum terpenuhi kuota siswa baru. Secara keseluruhan di NTB, sebanyak 10.812 kuota di SMK  dan 8.568 kuota siswa baru di SMA belum terpenuhi.

Ketua Panitia PPDB Provinsi NTB, Dr. H. Aidy Furqon, S.Pd.,M.Pd., ditemui Selasa, 9 Juli 2019 mengatakan, kuota siswa baru di sejumlah sekolah yang belum terpenuhi itu tersebar di daerah seluruh NTB. Bagi siswa yang belum mendapatkan sekolah pada PPDB lalu, bisa mendaftar ke sekolah yang belum terpenuhi kuota siswanya pada Jumat, 12 Juli 2019 sampai dengan Rabu, 17 Juli 2019.

“Diberikan kesempatan masyarakat mendaftar di zonasinya untuk SMA, dan di SMK dengan ketentuan sekolah membuka pendaftaran dan menutupnya sesuai kuota. Yang diterima adalah yang ada di zonanya. Pendaftaran secara offline siswa mendaftar langsung ke sekolah,” katanya.

Selain itu, Aidy yang juga Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, mengungkapkan, sebanyak 1.515 calon siswa baru seluruh NTB yang tidak mendapatkan sekolah pada PPDB SMK. Sementara di SMA, sebanyak 404 pendaftar yang tidak memperoleh sekolah. mereka masih diberikan kesempatan mendaftar di sekolah yang kuota siswa barunya belum terpenuhi.

Aidy menjelaskan, jumlah pendaftar di SMK yang terpental, karena ada kecenderungan memilih di kompetensi keahlian yang memiliki banyak peminat. Akhirnya banyak pendaftar yang tersisih. “Angka kuota siswa di sekoalh yang cukup kosong masih cukup besar. Kalau siswa disebar di semua kompetensi di SMK akan terakomodasi,” katanya.

Selain itu, pada Selasa kemarin, sejumlah orang tua/wali siswa mendatangi kantor Dinas Dikbud NTB untuk melapor dan mengadu terkait berbagai permasalahan PPDB. Salah seorang orang tua siswa, Paito Utomo, datang ke Dikbud NTB karena anaknya tidak diterima pada kompetensi keahlian multimedia di SMKN 3 Mataram. “Anak saya nangis karena hanya mau di sana,” katanya.

Salah seorang lainnya yang tidak ingin namanya dicantumkan menyesali karena anaknya tidak bisa diterima di SMA negeri sesuai zonasi. Ia berdomisili di Pagesangan dan mengharapkan Dinas Dikbud NTB bisa mengakomodasi keinginan mereka.

Aidy Furqon mengakui ada kesalahan sistem, sehingga sejumlah pendaftar dari Kelurahan Pagesangan tidak bisa masuk dalam sistem itu. “Di sistem kemungkingan terjadi error system, dari Pagesangan tidak ter- backup, pengaduan masyarakat di Pagesangan minta fasilitasi, kami memfasilitasi untuk bisa bersekolah. Masih ada 591 kursi kosong di Mataram yang bisa mengakomodasi,” katanya.

Terkait tidak terakomodasinya di pilihan tertentu pada SMK, Aidy berharap masyarakat bisa menyesuaikan dengan aturan yang sudah dikeluarkan. Jika memilih kompetensi keahlian yang dominan dengan kursi terbatas, maka sulit akan diterima. (ron)