Inspirasi Wujudkan Indonesia Gemar Membaca, Gubernur NTB Canangkan Gerakan Cinta Membaca

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca Perpustakaan Nasional, Deni Kurniadi dan Kepala DPKP NTB, H. Manggaukang Raba foto bersama dengan para juara lomba dalam memperingati Hari Perpustakaan Nasional dan Hari Kearsipan Nasional Tingkat Provinsi NTB. (Suara NTB/nas)

Inspirasi Wujudkan Indonesia Gemar Membaca, Gubernur NTB Canangkan Gerakan Cinta Membaca

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mencanangkan gerakan cinta membaca dan dialog literasi. Pencanangan gerakan cinta membaca dilakukan langsung Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (DPKP) NTB, Selasa, 18 Juni 2019 siang.

Kegiatan pencanangan gerakan minat baca di NTB tersebut dihadiri Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional RI, Drs. Deni Kurniadi, M. Hum. Hadir juga pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Perpustakaan kabupaten/kota, siswa-siswi dan pemenang lomba.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi (DPKP) NTB, Dr. Manggaukang Raba, MM mengatakan kegiatan ini dinamakan pencanangan gerakan cinta membaca dan dialog literasi. Dalam rangka peningkatan literasi untuk kesejahteraan masyarakat NTB yang Gemilang 2019.

Menurutnya, pencanangan gerakan cinta membaca cukup penting mengingat rendahnya tingkat literasi masyarakat dan memudarnya minat baca pada kalangan masyarakat. “Harapan kami dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kecintaan pada buku dan perpustakaan,” kata Manggaukang.

Dijelaskan, pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Hari Perpustakaan Nasional ke-39 dan Hari Kearsipan Nasional ke – 48 tahun 2019. Manggaukang mengatakan Pemprov NTB telah melaksanakan apel paripurna NTB Bersaing sekaligus peringatan Hari Perpustakaan Nasional ke – 39 dan Hari Kearsipan ke – 48 di Lapangan Bumi Gora, Senin, 17 Juni 2019.

Meskipun Hari Perpustakaan Nasional jatuh pada tanggal 17 Mei dan Hari Arsip Nasional pada tanggal 18 Mei. Tetapi Pemprov NTB tetap melaksanakannya.

“Karena kemarin bertepatan dengan puasa Ramadan, baru dapat dilaksanakan sekarang,” jelas Manggaukang.

Dalam rangka peringatan Hari Perpustakaan Nasional dan Hari Kearsipan Nasional, lanjut Manggaukang, sejumlah lomba dilaksanakan. Antara lain  lomba perpustakaan umum desa dan kelurahan diikuti 10 kabupaten/kota se-NTB. Lomba perpustakaan sekolah se-NTB, Lomba menulis dan membaca puisi, lomba mendongeng bagi guru TK, lomba resensi buku tingkat SLTA, lomba berpidato bahasa daerah tingkat SLTA, lomba karya tulis artikel ilmiah bagi perguruan tinggi, lomba bercerita tingkat SD/MI, dan lomba mewarnai tingkat TK.

Pelaksanaan lomba dimulai sejak Maret lalu sampai 18 Juni 2019. Para dewan juri berasal dari akademisi yang profesional di bidangnya. Mereka berasal dari  Unram, UIN Mataram, Universitas Muhammadiyah Mataram, Balai Bahasa NTB, Taman Budaya dan Budayawan.

Manggaukang menyebutkan Lomba perpustakaan tingkat sekolah se – NTB dimenangkan oleh SMAN 4 Praya Lombok Tengah. SMAN 4 Praya juga sudah masuk nominasi 15 nasional. “Insya Allah akan dikunjungi tim dari pusat. Mudah-mudahan bisa menjadi terbaik nasional,” harapnya.

Adapun lomba perpustakaan umum desa/kelurahan dimenangkan oleh Desa Rempung Kecamatan Pringgasela Lombok Timur. Manggaukang berharap Desa Rempung bisa menjadi pemenang di tingkat nasional.

Menyusul gerakan cinta membaca yang dicanangkan Pemprov NTB,  dipastikan gerakan membaca akan menggeliat di berbagai perpustakaan, sekolah atau taman baca yang ada di NTB.  Termasuk perpustakaan yang berada di setiap desa dan kelurahan.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc   mengatakan perpusatakaan di masa yang akan datang akan berbeda dengan saat ini. Sebab, cara pandang dan kebutuhan terhadap perpustakaan akan beda. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi  saat ini, memungkinkan perpustakaan tidak lagi terpaku pada ruangan dan jumlah karyawan yang banyak.

Namun akan berevolusi menjadi sebuah benda yang bernama smartphone. Yang memungkinkan seseorang dapat mengakses seluruh perpustakaan di bebagai belahan dunia, kapan saja dan dimanapun berada.

“Saya membayangkan perpsutakaan di NTB itu ukuran 2×3 di seluruh desa dan diisi oleh orang hebat yang bisa mengakses seluruh perpustakaan di dunia,” kata Gubernur.

Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca Perpustakaan Nasional, Drs. Deni Kurniadi, M. Hum pada kesempatan tersebut menyampaikan sambutan Kepala Perpustakaan Nasional RI, Drs. Muh. Syarif Bando, MM. Deni mengatakan keadaan kegemaran membaca dapat disebabkan beragam aspek. Pada dasarnya, masyarakat Indonesia berbudaya tutur, dimana bentuk pertukaran informasinya secara lisan.

Semua informasi, gagasan dan pengetahuan hanya disimpan dalam ingatan. Seperti dapat dilihat di kedai kopi, stasiun, bandara atau area publik lainnya, lebih sering melihat orang mengobrol main gawai atau melamun daripada membaca.

Ia mengatakan budaya membaca harus dijadikan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kegemaran membaca akan berdampak pada budaya membaca. Secara langsung maupun tidak langsung, kebiasaan membaca menjadi salah satu indikator kualitas bangsa.

Dikatakan angka melek huruf (literacy rate) di Indonesia relatif belum tinggi yaitu baru 92 persen. Di negara-negara maju seperti Jepang, angka melek huruf sudah mencapai 99 persen. Sebagian dari penduduk yang tidak memiliki kebiasaan membaca secara memadai sangat berpotensi untuk mengurangi angka melek huruf tersebut.

Sementara itu, bangsa Indonesia saat ini mengalami transformasi yang hebat dalam penggunaan teknologi informasi. Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, pengguna internet sebanyak 88,1 juta. Dan di tahun 2016 telah meningkat 50.5 persen menjadi 132,7 juta orang. Saat ini, tempat mengakses internet tidak lagi dibatasi tempat tertentu. Hal ini ditandai bahwa 69,9 persen atau 92,8 juta pengguna internet dapat mengakses darimana saka.

“Tentunya ini menjadi peluang dan tantangan bagi orang tua dan keluarga untuk mengaktualisasikan literasi keluarga dengan memanfaatkan teknologi informasi tersebut,” katanya.

Menurut Deni, penggunaan teknologi saat ini tidak bisa lepas dari genggaman generasi digital (milenial). Namun bagaimana memanfaatkan teknologi informasi memberikan dampak positif.

Ia menambahkan, mayoritas masyarakat Indonesia belum melakukan kegiatan membaca secara intens sebagai suatu kebutuhan hidup. Untuk itu dibutuhkan suatu upaya yang dilakukan oleh pemerintah secara terprogram, terarah dan berkelanjutan. Melalui kegiatan promosi agar masyarakat lebih mengerti arti pentingnya perpustakaan dan membaca bagi kehidupannya.

Melalui promosi pembudayaan kegemaran membaca diharapkan akan membangun awareness terhadap perpustakaan. NTB sebagai provinsi dengan jumlah penduduk 5.155.440 jiwa, promosi pembudayaan kegemaran memegang peranan penting dalam peningkatkan indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Deni mengatakan kegiatan literasi di NTB sungguh menggembirakan. Hal ini terlihat dari meriahnya pelaksanaan kegiatan aktualisasi literasi yang sudah berjalan selama ini. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk mendukung pencanangan gerakan cinta membaca yang telah dicanangkan bersama.

Perpustakaan Nasional RI memberikan apresiasi kepada Gubernur dan seluruh jajarannya atas peran serta dalam melaksanakan pembudayaan kegemaran membaca. Melalui penguatan literasi untuk kesejahteraan. Kegiatan dan semangat untuk menggerakkan masyarakat gemar membaca melalui keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat sudah menjadi tekad bersama pemerintah, Pemda dan seluruh masyarakat NTB. Diharapkan, apa yang dicanangkan NTB menjadi inspirasi bagi seluruh provinsi di Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Gemar Membaca. (nas/*)