SD Negeri di Pelosok Bima Rusak Parah

Kondisi bangunan SDN Inpres Oi U’a Desa Dumu Kecamatan Langgudu yang rusak parah. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Potret Pendidikan di Kabupaten Bima masih jauh dari kata layak. Baik dari kurikulum maupun infrastruktur yang belum memadai. Seperti yang terjadi di SDN Inpres Oi U’a Desa Dumu Kecamatan Langgudu.

SDN Inpres di wilayah Pelosok Kabupaten Bima dan didirikan pada tahun 1977 tersebut kondisinya sangat memprihatinkan. Gedung sekolah dan ruang kelas masih jauh dari kata layak. Bahkan atap bangunannya rusak parah.

Kondisi bangunan sekolah yang rusak itu, disorot para penggiat Literasi Bima. seperti Direktur Rumah Baca, Al-Ayubi, Salahuddin S.Pd, dan Direktur Sarangge Baca Bima, Dipati. “Kami sangat menyayangkan masih adanya sekolah di daerah pelosok yang jauh dari kata layak,” katanya.

Ia berpendapat, kondisi SDN Inpres Oi U’a Desa Dumu tersebut menjadi salahsatu cerminan kondisi pendidikan di daerah pelosok Kabupaten Bima yang belum memadai sarana dan prasarana. “Kemungkinan masih ada sekolah sekolah di daerah lain yang kondisinya sama dengan SDN Inpres Oi U’a ini, seperti di wilayah Tambora dan Lambu,” katanya.

Salahuddin mengatakan kondisi bangunan yang rusak tersebut mengakibartkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM)  tidak maksimal. Bahkan para siswa dan guru kerap dihantui rasa ketakutan.

“KBM menjadi terganggu karena siswa dan guru memikirkan kondisi bangunan yang sewaktu waktu bisa ambruk,” katanya. Sementara Dipati, mengaku telah melihat langsung kondisi sekolah dengan jumlah siswa 65 orang serta 17 guru, honorer dan PNS tersebut. Kondisinya dikeluhkan para siswa dan guru.

“Kami berinteraksi dengan pihak sekolah. Mereka mengeluhkan bangunan yang rusak,” katanya. Dipati menyayangkan sikap apatis Pemerintah Daerah membiarkan kondisi sekolah tersebut rusak tanpa ada inisiatiaf memperbaiki. Padahal setiap warga negara dijamin dan berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Oleh karena itu, Ia bersama dengan pengiat literasinya berharap Pemerintah Daerah khusunya Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikdupora) agar bisa terketuk pintu hatinya melihat kondisi sekolah setempat.

“Mungkin setelah dicek langsung oleh pihak Dinas ada sedikit rasa iba untuk memperbaiki,” katanya.

Sementara Kepala Dikbudpora Kabupaten Bima, Drs. Zunaiddin M.M dikonfirmasi Suara NTB, tidak memberikan komentar, namun pihaknya akan meninjau langsung sekolah itu dalam waktu dekat.

“Nanti akan kita cek,” katanya. (uki)