120 Aktivis NTB Ikut Program Beasiswa di Malaysia

Sekretaris LPP NTB, Sri Hastuti saat memberikan keterangan pers terkait pengiriman 120 aktivis NTB kuliah S2 di Malaysia mulai September mendatang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov lewat program beasiswa NTB kembali akan mengirim anak-anak muda terutama para aktivis untuk kuliah S2 di Malaysia. Sebanyak 120 aktivis NTB siap “mengguncang” negeri Jiran Malaysia dan diberangkatkan secara bertahap mulai September mendatang.

Sekretaris Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB, Sri Hastuti, Selasa, 11 Juni 2019 di Mataram menjelaskan program beasiswa ke Malaysia dikhususnya untuk para aktivis organisasi kemahasiswaan, yayasan, foundation dan NGO yang ada di NTB. Dengan persyaratan calon penerima beasiswa adalah aktif di kepengurusan organisasi dan mendapatkan rekomendasi dari pimpinan organisasi.

Hastuti mengatakan animo anak muda NTB mengikuti program beasiswa aktivis ini sangat tinggi. Sebanyak 413 orang mendaftar selama 10 hari pendaftaran dibuka sejak 8-18 Mei lalu. Dari hasil seleksi administrasi dan wawancara sebanyak 253 orang yang lulus.

Ia menyebut, awalnya kuota untuk program beasiswa S2 ke Malaysia ini hanya untuk 20 orang sesuai dengan budgeting yang dianggarkan. Tapi ternyata ketika program ini berjalan, tim LPP NTB berdiskusi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc.

Baca juga:  Gubernur : Belajar ke Luar Negeri Membangun Cara Pandang yang Luas

Akhirnya kuota beasiswa aktivis ditambah menjadi 120 orang. Sebanyak 120 orang tersebut dinyatakan sudah memenuhi kúalifikasi mendapatkan beasiswa NTB.

‘’Hanya saja ketika masuk perguruan tinggi luar negeri, persyaratan bahasa ditetapkan. Mereka bisa masuk kampus Malaysia apabila punya sertifikat IELTS. Sama halnya dengan beasiswa yang lain,’’ kata Hastuti.

LPP NTB telah bekerjasama dengan 18 kampus di Malaysia. Tim LPP NTB akan membantu 120 anak-anak muda NTB tersebut masuk ke kampus-kampus yang mereka pilih sesuai jurusan sesuai persyaratan kampus setempat.

Sehingga, Tim LPP NTB bekerjasama dengan lembaga yang melakukan tes IELTS dan TOEFL dari Malaysia. Biaya normal untuk memperoleh sertifikat bahasa itu sebesar Rp3-4 juta. Namun, kata Hastuti, Pemprov memberikan subsidi sehingga calon penerima beasiswa hanya mengeluarkan biaya Rp1,1 juta.

‘’Jika anak 120 orang sudah punya IELTS dan TOEFL sesuai persyaratan kampus Malaysia  maka tidak perlu mengambil tes. Tapi kalau belum punya, maka harus mengambil sertifikat bahasa. Pihak Malaysia siap datang ke Mataram,’’ jelasnya.

Baca juga:  Gubernur : Belajar ke Luar Negeri Membangun Cara Pandang yang Luas

Sebanyak 120 anak muda NTB ini, kata Hastuti, akan diberangkatkan secara bertahap. Tahap pertama dimulai September mendatang bagi awardee yang dokumennya sudah lengkap.

‘’Kami sudah mengirimkan mahasiswa sejak September 2018. Kami punya awardee di beberapa negara. Yaitu Polandia dan Korea. Kita sudah punya awardee sebanyak 46 orang di Polandia dan 17 di Korea,’’ sebutnya.

Pengiriman mahasiswa NTB ke Malaysia merupakan batch III. Untuk tujuan Polandia, tercatat sudah 42 awardee NTB di sana. Pada September mendatang, Pemprov juga akan memberangkatkan anak NTB kuliah S1 di Cina sebanyak 11 orang, S3 sebanyak 4 orang. Kemudian S3 di Taiwan sebanyak 18 orang. ‘’Jadi, jumlah awardee saat ini hampir lebih 300 penerima beasiswa NTB sampai Mei 2019,’’ sebutnya. (nas)