Pemda KLU Berikan Beasiswa 80 Mahasiswa di Vokasi Unram

Kepala Dikpora KLU, Fauzan Fuad (Suara NTB/dok)

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) tetap berkomitmen untuk mendukung proses belajar mahasiswa Vokasi Unram. Tahun ini, sebanyak 80 mahasiswa memperoleh dukungan program beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KLU, Dr. Fauzan Fuad, Rabu, 29 Mei 2019 mengungkapkan, sebanyak 80 mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari Pemda KLU ini notabene tidak mendapatkan beasiswa bidik misi dari kampus. Sebaliknya, Pemda KLU telah menyiapkan anggaran kepada mereka yang belum memperoleh dukungan. “Puluhan mahasiswa tidak mendapatkan beasiswa Bidikmisi dikarenakan on going proses,” katanya.

Fauzan menjelaskan, pemberian beasiswa kepada penerima dilakukan secara selektif. Tidak sembarang mahasiswa bisa mendapatkan beasiswa tersebut. Pemda KLU menilai dan mengevaluasi calon penerima sesuai kriteria seperti, nilai akademik.
Sementara pada beasiswa bidik misi, sambung Kadis Dikpora, penerima diusulkan pada tahun ajaran baru, 2018 lalu. Begitu pula pascagempa, Kementerian Ristek Dikti menyediakan program beasiswa bidik misi melalui universitas di sejumlah daerah.
Fauzan menambahkan dari 80 mahasiswa penerima beasiswa PPA, 50 orang duduk di semester IV, 22 orang di semester VI, dan 8 orangnya dari semester II. Tiap penerima memperoleh dukungan anggaran senilai, Rp2,775 juta.

Dari jumlah itu, beasiswa selanjutnya dikurangi untuk keperluan pendidikan potong, meliputi Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp1,5 juta, Pajak Penghasilan (PPh) 5 persen. Sisanya sebesar Rp1.136.250,- dapat diklaim oleh mahasiswa untuk kebutuhan operasional pendidikan. “Rata-rata penerima dari jurusan Perikanan dan Para, karena banyak mahasiswanya,” imbuh Fauzan.

Dikpora berharap, intervensi Pemkab Lombok Utara melalui beasiswa PPA memberi rangsangan bagi mahasiswa untuk berprestasi lebih baik lagi. Ia bahkan optimis, setiap alumni Vokasi Unram akan terserap lapangan kerja karena banyaknya usaha perikanan dan pariwisata yang ada di Lombok Utara. (ari)