Murid SDN 7 Sokong Ujian di Berugak Warga

Murid SDN 7 Sokong, Kabupaten Lombok Utara terpaksa  ujian di berugak milik warga. Pasalnya Ruang Kelas Belajar (RKB) tergenang. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Murid sekolah SDN 7 Sokong, Desa Sokong, kecamatan Tanjung, terpaksa belajar (ujian) di berugak (tempat menerima tamu) warga, Rabu, 20 Maret 2019. Hal itu dikarenakan ruang kelas belajar (RKB) murid tergenang air hujan yang melanda wilayah Lombok Utara, Selasa sore, 19 Maret 2019 hingga Selasa malam.

Berugak yang digunakan untuk belajar (ujian) adalah Berugak milik Ardianto, sekaligus anggota DPRD Lombok Utara. Kediaman Ardianto sendiri berada tidak jauh dari sekolah. Inisiatif untuk memindahkan tempat belajar hari kemarin, tidak lepas dari keberadaan istri Ardianto, Murniati, yang mengajar di sekolah tersebut. Murid yang dipindah ujian adalah murid kelas 2. RKB milik murid inilah yang terendam air hujan sehingga RKB tidak bisa dimanfaatkan oleh murid.

Baca juga:  Dikbud NTB Buka Pendaftaran Seleksi Calon Kepsek

Murid yang berjumlah 36 orang, seketika membuat Berugak penuh sesak. Anak-anak yang menumpang sementara pun, hanya bisa duduk sekenanya. Apalagi cuaca pada Rabu pagi di wilayah Tanjung dan sekitarnya, masih dilanda gerimis. “Sebenarnya RKB yang terendam semuanya, dari kelas 1 sampai kelas 6. Cuma, hanya kelas 2 saja yang tidak ada meja kursi. Murid belajarnya duduk di atas terpal sehingga saat terendam, tidak bisa belajar,” ujar Murniati, guru di sekolah itu.

Kondisi ini tidak akan berubah jika hari-hari berikutnya RKB tergenang oleh air hujan. Berbeda dengan kelas 2, murid kelas 1, dan kelas 3 sampai kelas 6, masih bisa belajar di ruangan walaupun lantai RKB di saat bersamaan terendam. Hanya saja, para guru mengarahkan murid tidak memakai sepatu. Murid menggunakan sandal sehingga masih bisa berendam kaki sembari belajar.

Baca juga:  Dikbud NTB Buka Pendaftaran Seleksi Calon Kepsek

“Kalau malam ini hujan, besok murid tidak bisa belajar lagi di kelas. Sampai sekarang, air hujan tadi malam masih menggenang,” tambahnya. SDN 7 Sokong sejatinya sudah dibuatkan sekolah sementara. Hanya saja, pondasi lantai sekolah tidak diperhitungkan oleh pelaksana pembangunan saat itu. Sehingga pondasi yang dibuatkan hanya beberapa senti meter dari tanah.

Sementara pada sekolah permanen, SDN 7 Sokong saat ini sedang dalam proses pembangunan. Pihak guru dan murid berharap, selama pelaksanaan ujian dari Senin – Jumat esok, tetap berlangsung lancar meskipun murid harus direlokasi sementara. (ari)