Universitas Pendidikan Ganesha, Terakreditasi A, Cetak Lulusan Berdaya Saing

Rektor Undiksha, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi saat Dies Natalis ke-26, Januari 2019. (Suara NTB/ist)

Singaraja (Suara NTB) – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali siap menerima mahasiswa baru melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Seleksi Masuk Bersama Jalur Mandiri (SMBJM). Perguruan tinggi yang sudah menyandang akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) ini tak hanya menawarkan program kependidikan, namun mayoritas non kependidikan.

Tahapan penerimaan mahasiswa melalui SBMPTN sudah dimulai. Diawali dengan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pendaftarannya sudah dimulai dari 1 Maret sampai 1 April 2019 secara online, melalui laman https://pendaftaran-utbk.sbmptn.ac.id menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) untuk mendapatkan username dan password.

Wakil Rektor Bidang Akademik Undiksha, Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si menyampaikan Undiksha sangat siap menjadi penyelanggara ujian tersebut. “Hasil ujian ini digunakan untuk pendaftaran SBMPTN yang berlangsung dari 10 sampai 24 Juni 2019,” jelasnya.

Sementara itu, untuk SMBJM, pendaftaran jalur minat dan bakat dibuka dari 21 Februari sampai 8 April 2019. Jalur ini khusus untuk program diploma. Ada pula jalur Computer Based Test (CBT) yang pendaftarannya dari 17 Juni sampai 19 Juli 2019 untuk program diploma dan S-1.

Akademisi asal Kabupaten Gianyar ini menyebutkan, untuk melahirkan lulusan berdaya saing, Undiksha tengah mempersiapkan peningkatan grade Prodi D-3 menjadi D-4. Ada sembilan prodi yang masuk sebagai sasaran, yakni Kebidanan, D-3 Bahasa Inggris, Akuntasi, Analis Kimia, Budidaya Kelautan, Manajemen Informatika, Teknik Elektronika, Desain Komunikasi Visual, dan Perhotelan. Seluruhnya telah terakreditasi B.

“Ini juga ada permintaan dari Kemenristekdikti bahwa D-3 yang minimal terakreditasi B, bisa ditingkatkan menjadi sarjana terapan

(D-4). Prodi ini tetap vokasi. Sarjana terapan,” sebutnya.

Kurikulum tersebut mengacu pada Permenristekdikti Nomor 54 tahun 2018. Bagi mahasiswa yang awalnya memilih untuk menempuh D-4, namun bisa menyelesaikan tiga tahun, ia tidak masuk drop out. Tetapi kelulusannya diberikan jenjang D-3. Demikian juga jika hanya bisa mengikuti dua tahun, diberikan D-2. Kecuali untuk prodi kebidanan, memiliki aturan baku, tetap harus D-3 atau D-4.

“Ini bagusnya. Di luar Kebidanan, bersifat fleksibel. Makanya ada tiga kurikulum yang disiapkan. Ada untuk D-2, D-3 dan D-4. Kurikulum berlapis. Untuk magang juga akan berjalan di semester II, IV, VI dan VIII,” ungkap mantan Dekan Fakultas MIPA ini.

Undiksha memiliki delapan fakultas, yakni Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Olahraga dan Kesehatan serta yang paling anyar, Fakultas Kedokteran. Rektor, Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd.,menegaskan sebagian besar program studi yang ada didalamnya sudah terakreditasi A dan B. “Hanya yang baru saja akreditasinya C,” jelasnya.

Disampaikan lebih lanjut, sebagai lembaga yang berperan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, Undiksha menawarkan biaya pendidikan yang merakyat. Dari sisi sarana prasarana juga telah memadai. Bahkan terus ditingkatkan dengan standar internasional, termasuk juga menyangkut kurikulum.

“Undiksha tidak hanya menawarkan prodi kependidikan. Tetapi sebagian besar juga non kependidikan. Ada juga beasiswa Bidikmisi, PPA, dari perbankan, pemkab, dan rektor. Kami berharap masyarakat tak ragu lagi untuk memilih Undiksha sebagai tempat menempuh pendidikan. Lulusan kami kompeten dan berdaya saing,” pungkasnya. (r/*)