Pungli SD/SMP Disdik Kota Mataram, Kepala SMP Setor Lewat MKKS

Kepala SMP di Mataram Selasa, 22 Januari 2019 membaca sumpah sebelum memberi kesaksian dalam persidangan kasus pungli SD/SMP pada Disdik Kota Mataram dengan terdakwa Sudenom. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 12 kepala SMP di Kota Mataram memberi kesaksian pada sidang terdakwa Sudenom, Selasa, 22 Januari 2019. Mereka dimintai urunan membantu pengobatan mantan Kadisdik Kota Mataram itu. Koordinasinya lewat Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Jaksa menghadirkan para saksi tersebut di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Mataram, dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Suradi.

Mereka antara lain, Kepala SMPN 15 Mataram Zainudin; Kepala SMPN 9 Mataram Imam Purwanto; Kepala SMPN 11 Mataram Hj Zohriah; Kepala SMPN 12 Mataram Mustajib; Kepala SMPN 14 Mataram Muhammad Nazwi.

Kepala SMPN 17 Mataram Budi Heksana; Kepala SMPN 19 Mataram Aminah; Kepala SMPN 20 Mataram Ida Ayu Putu Aryani; Kepala SMPN 21 Mataram Didi Syamsul Hadi; Kepala SMPN 22 Mataram Nasrudin; Kepala SMPN 23 Mataram Umar Fahmi; dan Kepala SMPN 24 Mataram Abdul Khair Abubakar.

Baca juga:  Akui Tarik Pungli Tahanan, Kompol TM Dihukum Ringan

Mereka merupakan kepala SMP yang dikumpulkan Ketua MKKS, Lalu Suwarno yang juga Kepala SMPN 2 Mataram. Suwarno mengumpulkan para saksi sekitar Juli 2017. Di pertemuan itu turut hadir H Tahir, Kepala SMPN 10 Mataram, juga Sekretaris MKKS.

“Diberitahu sekretaris MKKS H Tahir, Kadis sakit sehingga kami dimintain untuk kumpul uang. Waktu itu rapat di SMP 10 (Mataram),” kata Zainudin menjawab pertanyaan hakim.

Kemudian Imam mengakui besaran uang setoran sudah ditentukan. Bukan atas dasar kemampuan masing-masing kepala sekolah. “Ditentukan untuk kumpul Rp3 juta,” ucapnya.

Namun tidak semua sekolah menyetor sesuai besaran yang diminta. “Saya memang setor Rp3 juta karena kebetulan ada uang pribadi segitu,” kata Zainudin menambahi.

Baca juga:  Kapolda : Razia Jangan Jadi Ajang Pungli

Dalam rapat itu juga dibeberkan, MKKS mengumpulkan para kepala SMP seperti arahan terdakwa Sudenom. “Alasannya dimintain kumpul uang untuk berobat pak Kadis. Itu disampaikan Pak Tahir,” ujarnya.

Zainudin menambahkan, rapat dibuka saksi Suwarno. Sementara permintaan uang untuk terdakwa Sudenom diwakili saksi Tahir. “Bayarnya lewat H Tahir. Sampai sekarang tidak tahu apakah disampaikan atau belum. Sudah lepas saja begitu sudah kasih,” Zohriah.

Dalam dakwaan jaksa, Sudenom disebut mengumpulkan uang dengan memanfaatkan MKKS. Dana yang terkumpul melalui dua tahap penyetoran masing-masing Rp25 juta dan Rp19,78 juta.

Sudenom didakwa memungut uang dari 37 kepala SD dan 21 kepala SMP di Kota Mataram sejak Juli sampai September 2017 dengan total pungutan Rp117,2 juta. (why)