Hari Ini, Siswa di Lombok Utara Mulai Masuk Sekolah

Tanjung (Suara NTB) – Pelajar di Lombok Utara mulai masuk sekolah Senin, 20 Agustus 2018. Mereka belajar di pengungsian dan tenda-tenda darurat di pelataran sekolah. Materi pembelajarannya mengenai penanganan trauma. Tiga pekan lagi kegiatan belajar mengajar diupayakan normal kembali.

Bupati Lombok Utara, Dr TGH Najmul Akhyar mengatakan, mekanismenya tenaga pendidik akan mengajar siswa sesuai tingkat kelas siswa. Tanpa memandang di sekolah mana siswa tersebut terdaftar.

“Guru tidak harus datang ke sekolahnya. Siswa juga tidak perlu ditanya sekolah di mana, yang ditanya dia kelas berapa,” jelas Bupati menjawab telepon Suara NTB, Minggu, 19 Agustus 2018.

Hal itu berlaku baik untuk sekolah dasar sampai sekolah menengah. Cara tersebut untuk mengakali proses belajar mengajar yang tidak bisa dilakukan di dalam ruang-ruang kelas. Satgas penanganan darurat bencana gempa Lombok, Pemkab KLU dan Kemendikbud RI menyediakan sekolah darurat.

“Dinas pendidikan (KLU) organisir guru-guru dulu. Mencari guru di setiap pengungsian. Sarana yang ada dimanfaatkan. Guru sementara mengajar di pengungsiannya,” terangnya. Sejumlah guru tersebut, sambung dia, juga merupakan korban terdampak gempa dan mengungsi di sejumlah tempat. Pendataannya dilakukan Dinas Pendidikan KLU.

Pola belajar demikian berlaku selama masa tanggap darurat yang akan berakhir Sabtu, 25 Agustus 2018 mendatang. Kemudian siswa akan kembali belajar seperti sediakala dengan materai sesuai kurikulum.

“Untuk awal ini mungkin tidak bisa belajar normal tetapi agar tidak hilang kesempatan belajar. Kemudian nanti menggunakan tenda darurat untuk semua sekolah,” paparnya.

Sesuai dengan perintah Presiden RI, Joko Widodo, sekolah akan kembali normal paling lambat akhir Agustus ini. “Mudahan bulan ini sudah bisa (normal). Dua tiga minggu ke depan,” pungkas Najmul. Sebanyak 273 fasilitas pendidikan di Lombok Utara rusak akibat gempa, diantaranya 75 PAUD, 133 SD, 20 SMP, 21 SMA, 24 SMA, dan dua SLB. (why)