Unram Akui Kesalahan Sinkronisasi Data Hasil Kelulusan Tes Mandiri

Mataram (Suara NTB) – Pasca pengumuman hasil tes mandiri Unram hari Selasa 24 Juli lalu masih menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Pasalnya, data kelulusan yang diunggah pada Selasa 24 Juli pukul 17.00 sore itu mengalami kesalahan akibat gangguan yang terjadi pada sistem server data website Unram.

Sebanyak 707 data kelulusan mahasiswa pada data yang diunggah di website Unram mengalami kekeliruan. Mereka yang dinyatakan lulus tes mandiri pada pilihan kedua terunggah lulus di pilihan pertama di website Unram.

Data yang ditampilkan dalam website Unram tersebut tak sesuai dengan data hasil rapat pleno jajaran pimpinan rektorat Unram dan para dekanat pada Senin 23 Juli malam.

Akibatnya, banyak mahasiswa yang lulus berdasarkan data yang sudah diunggah di website Unram, protes karena data kelulusan hasil perubahan yang tercantum di website Unram berbeda.

Rektor Unram, Prof. H. Lalu Husni, membenarkan telah terjadi kekeliruan data kelulusan peserta tes mandiri pada website Unram. Pihaknya pun meminta maaf atas kekeliruan tim IT Unram.

“Selaku rektor saya mohon maaf atas kekeliruan tim IT Unram,” kata Lalu Husni saat memberikan klarifikasi Rabu, 25 Juli 2018 malam.

Selain itu, Lalu Husni mengungkapkan jika data pertama yang diunggah di website pada Selasa 24 Juli pukul 17.00 wita merupakan data salah. Selanjutnya, pihaknya telah memperbaiki data di website pada hari Rabu 25 Juli pukul 09.00 wita sesuai dengan data yang benar berdasarkan hasil keputusan rapat pleno jajaran pimpinan Unram.

“Secara manual sudah ada dokumen tercetak yang ditandatangani Rektor. Pada saat meng-upload data, terjadi kesalahan di server. Lalu kita lakukan klarifikasi. Jam 09.00 menarik pengumuman dan diganti dengan yang baru,” kata Husni.

Sementara itu, Ketua Panitia Tes Penerimaan Mahasiswa Baru Unram, Prof. Lalu Wirasapta Karyadi, menyampaikan jika telah terjadi kekeliruan dalam mendistribusikan sistem yang ada. Seharusnya, sistem membaca data yang terunggah ialah mereka yang lulus di pilihan kedua, tapi salah ke pilihan pertama.

Karyadi menilai, kekeliruan yang terjadi merupakan murni kekeliruan sinkronisasi data. Pihaknya pun mempersilahkan apabila masyarakat tidak puas dengan hasil ini agar bisa melihat data print out hasil rapat pleno yang telah diparaf para dekanat dan ditandatangani Rektor pada Senin 23 Juli atau sehari sebelum diumumkan di website.

“Hasil kelulusan itu merupakan hasil pleno dan dianggap sah oleh rektor dan diterbitkan surat kelulusan,” kata Karyadi.

Diakui Karyadi, bahwa kejadian ini jadi perhatian masyarakat secara luas karena menyangkut adanya sejumlah calon mahasiswa baru yang dinyatakan lulus di Fakultas Kedokteran berdasarkan data awal yang ditampilkan website, namun sesungguhnya salah karena yang bersangkutan lulus pada pilihan kedua.

“Peserta tes pengumuman pertama dinyatakan lulus, tapi ternyata salah dan lulus di pilihan kedua. Terjadi kekeliruan ketika menampilkan pengumuman online personal. Artinya hanya masing masing peserta yang dapat mengakses dengan memasukkan nomor peserta dan tanggal lahir bisa diakses,” sambungnya.

Lebih jauh dijelaskan Karyadi bahwa sebanyak 707 data kelulusan calon mahasiswa baru yang salah, hanya terjadi pada peserta yang lulus pada pilihan kedua. Sementara mereka yang lulus pada pilihan pertama tak mengalami kesalahan sistem sama sekali.

“Lulus di pilihan kedua, tapi muncul namanya di pilihan satu. Sudah kita sampaikan klarifikasi ke website. Namun demikian karena ada dampak psikologis ke para peserta sehingga sejumlah orang tua wali, ini yang banyak menyampaikan protes, komplain kepada kami. Saya sebagai ketua pelaksana menyatakan mohon aaf kepada khalayak masyarakat atas pengumuman yang telah kami sampaikan di awal,” terangnya.

Cahyo  Mustiko PhD, Kepala Pustik Unram selaku penanggungjawab IT Unram menerangkan, sebelum mengunggah data hasil tes mandiri, sebelum itu pihaknya melakukan simulasi. Saat pelaksanaan simulasi, tidak ada masalah pada data server.

“Uji coba dilakukan sejak Senin pukul 18.00 dan tidak ada masalah. Sejak malam uji coba dilakukan dan tidak ada masalah sama sekali. Simulasi menggunakan data sementara dan lancar,” ungkapnya.

Pada saat melakukan uji coba keputusan kelulusan belum selesai, mengingat rapat pleno penetapan kelulusan masih berlangsung.

“Kita coba sistem itu bisa atau tidaknya,” sambungnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pada saat melakukan pengunggahan data, harusnya data yang terunggah mampu menindih data lama yakni data pendaftaran mahasiswa baru. Secara teori, data lama harusnya sudah tertindih. Tetapi ternyata ada memori case sementara yang berakibat data belum terhapus semua. Akibat dari itu adalah semua peserta yang dinyatakan lulus pada pilihan kedua, terunggah lulus di pilihan satu.

“Di semua prodi terjadi. Ada sebanyak 707 data salah. Intinya peserta yang lulus di pilihan kedua itu lulus di pilihan satu. Sinkronisasi data tadi tidak sempurna. Ada keselahan di tim IT. Sebagai manusia itu suatu kelalaian kami. Kelalaian dari tim IT,” terangnya seraya menungkapkan jika sebelumnya pada saat simulasi lancar-lancar saja.

” Ini kebetulan (karena) kami mengganti web lama dengan web baru. Tahun lalu lancar tidak ada masalah,” tutupnya. (dys)