Menurun, Nilai UNBK SMA/MA dan SMK di NTB

Mataram (Suara NTB) – Rata-rata nilai Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/MA dan SMK di NTB pada tahun 2018 ini menurun dibandingkan UNBK tahun 2017. Hanya pada rata-rata Nilai UNBK SMA/MA jurusan Bahasa Indonesia yang menunjukkan kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Kondisi ini dianggap potret asli hasil UNBK yang akan menjadi bahan perbaikan selanjutnya.

Hal itu diungkapkan Ketua Panitia UN NTB yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. Sukran, ditemui di ruang kerjanya, Kamis, 3 Mei 2018.

Menurutnya, dari data Laporan Hasil UN Provinsi NTB menunjukkan rata-rata nilai UNBK menurun, kecuali di SMA/MA jurusan bahasa. “Sekarang ini kita tahu ini potret asli, kita bisa memotret kondisi kita seperti ini, kita bisa menerapkan langkah kita ke depan,” ujarnya.

Dari data yang diperoleh di Dinas Dikbud NTB menunjukkan, pada UNBK SMK tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata UNBK sebanyak 186,86, sedangkan pada UNBK SMK tahun ajaran 2017/2018 menurun dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 153,44.

Pada UNBK SMA/MA jurusan IPA tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 270,09, sedangkan Pada UNBK SMA/MA jurusan IPA tahun ajaran 2017/2018 menurun jumlah nilai rata-rata sebesar 258,02.

Sementara pada UNBK SMA/MA jurusan IPS tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 263,25, sedangkan pada UNBK SMA/MA jurusan IPS tahun ajaran 2018/2019 menurun dengan jumlah nilai rata-rata sebesar 240,24. Sedangkan terjadi kenaikan, pada UNBK SMA/MA Jurusan Bahasa tahun ajaran 2016/2017 jumlah nilai rata-rata sebesar 285,78, sedangkan pada UNBK SMA/MA Jurusan Bahasa tahun ajaran 2018/2019 terjadi kenaikan jumlah nilai rata-rata sebesar 291,07.

Baca juga:  Dikbud NTB Buka Pendaftaran Seleksi Calon Kepsek

Sukran mengatakan, dengan pelaksanaan UNBK 100 persen di SMA/MA dan SMK membuat tidak ada lagi keraguan pihaknya pada ketidakjujuran pelaksanaan. Meskipun begitu, bukan berarti UNKP tidak jujur. “Inilah potret asli kita, kelihatan betul, sehingga bisa kita memunculkan langkah-langkah perbaikan, perbaikan proses belajar mengajar,” ujar Sukran.

Ditanya penyebab menurunnya rata-rata jumlah nilai UNBK, Sukran tidak bisa memastikan faktor penyebabnya. Ia menjelaskan, pada pendidikan tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Berbagai sisi di pendidikan harus dilihat, mulai dari guru, sarana dan prasarana, manajemen sekolah, termasuk  kepala sekolah.

“Tidak bisa kita pisah secara parsial, pasti terkait semua, mulai dari guru, sarpras, kepala sekolah, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sendiri, manajemen, dan pengelolaan pendidikan sendiri, kita. Harus komprehensif,” pungkasnya.

Sementara dalam merayakan kelulusan, sebagian besar siswa melakukan aksi corat-coret dan konvoi di jalan. Hal ini sangat membahayakan keselamatan siswa dan masyarakat pengguna jalan lainnya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Lombok Utara. Sejumlah siswa SMA yang melakukan konvoi terlibat kecelakaan dengan sebuah mobil pick up yang lokasinya tidak jauh dari pertigaan menuju The  Oberoi Hotel. Akibat kecelakaan ini, 1 siswa SMPN 1 Gangga bernama Rosandia (15) yang ikut konvoi bersama siswa SMA meninggal akibat kecelakaan. Tidak hanya itu, 15 lainnya terluka.

Sedangkan dari para penumpang pickup, mereka yang diduga mengalami patah tulang dan luka lecet adalah, Aisyah (4) dan Sahdan (56). Menurut keterangan perawat yang menangani korban, kondisi patah korban harus dipastikan melalui rontgen. Aisyah juga mendapat jahitan 3 buah di bagian kepala sebalah atas pelipis kiri.

Baca juga:  Dikbud NTB Buka Pendaftaran Seleksi Calon Kepsek

Selain itu, korban penumpang pick up yang mengalami luka ringan antara lain, Sahdi (43) – sopir, Suparjo (45), Inaq Yuni (40) – ibu dari korban Aisyah, Sulhan (15), Fadli (13), Rahman (14), Arya Gunawan (13), Yusril (17), Saharudin (16), dan Habib (9). Seluruh korban berasal dari dusun dan desa yang sama.

Kronologi kejadian sebagaimana diungkap Kasat Lantas Polres Lombok Utara, Iptu Agus Pujianto, lakalantas melibatkan mobil Daihatsu Grand Max Nopol BH 9588 AR, yang dikendarai Sahdi, asal Dusun Salik, Desa Saba, Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Mobil yang dikendarai Sahdi melaju dari arah Timur ke Barat (arah Tanjung menuju Mataram). “Sesampai di TKP, mobil oleng ke kanan (ke utara)  dan langsung membentur 2 sepeda motor yang saat itu tengah konvoi, antara lain motor Suzuki New DR 2689 HQ dan Vario DR 4179 HG  yang datang dari arah berlawanan,” ujar Agus.

Motor Suzuki diketahui dikendarai oleh Fahril Husaini berboncengan dengan Ajib Gunadi, dan motor Vario dikendarai oleh Soni Rosandia (korban meninggal) yang membonceng Nizar Hakiki.

“Akibat Kejadian, pengemudi sopir dan penumpangnya mengalami luka – luka dan masih dirawat di RSUD Tanjung. Sedangkan pengendara motor Fahril Husaini, Ajib Gunadi dan Nizar mengalami luka – luka dan masih dirawat. Korban atas nama Soni meninggal dunia karena mengalami luka di kepala,” terangnya. (ron/ari)