Peladen Terganggu saat UNBK Akibat Masalah SDM

Mataram (Suara NTB) – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada jenjang SMP sampai dengan hari terakhir kemarin, Kamis, 26 April 2018 secara umum berjalan lancar. Meski demikian terjadi kendala pada peladen (server) di beberapa sekolah. Tim Posko UNBK Provinsi NTB merekomendasikan perlunya pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola peladen di sekolah pada bulan November nanti.   

Koordinator Posko UNBK Provinsi NTB di Dinas Dikbud NTB, Susanto, ditemui Suara NTB di ruang Posko UNBK, Kamis, 26 April 2018 mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengambil kebijakan untuk memberikan latihan kepada petugas pengelola peladen atau proktor.

Hal ini dilakukan setelah dilakukan inventarisasi pada sekolah yang peladennya bermasalah, ditemukan yang bermasalah pada SDM di sekolah itu.

“Rekomendasi untuk UN tahun depan agar memberikan pelatihan di awal bulan November. Kita akan latih yang belum sempat kita latih kemarin, kia inventarisasi sekolah mana yang terjadi masalah. Karena itu kita memprogramkan memberikan pelatihan di bulan November,” katanya.

Selain itu, pada bulan November akan ada simulasi UNBK, Susanto mengharapkan semua sekolah harus ikut simulasi saat itu. Di tahun lalu, kurang dari setengah jumlah sekolah yang ikut UNBK mengikuti simulasi. Karena infrastruktur baru siap pada bulan Februari.

“Nantinya bagi SMP yang belum memiliki sarana, kita sarankan gunakan resource sharing atau berbagi sarana ke SMA/SMK,” katanya.

Ia menekankan, perlu ditingkatkan proktor atau SDM pengelola peladen, agar masalah yang terjadi saat UNBK bisa lebih diminimalisasi.

Sementara itu, pelaksanaan UNBK SMP secara umum tidak ada kendala berarti. Kecuali pada hari pertama yang disebabkan permasalahan peladen secara nasional. Hal itu mengakibatkan waktu mundur dari 5 sampai 10 menit. Sementara pada hari kedua dan ketiga tidak ada masalah berarti.

Pada hari ke empat UNBK, sampai dengan sesi kedua kemarin, ada dua sekolah yang mengalami permasalahan peladen. Susanto mengatakan,  terjadi kendala server rusak di MTs NW Aikmel, solusi yang dilakukan dengan meminjam peladen milik MA NW Aikmel.

“Kemudian kita lakukan proses unlock supaya bisa lakukan ujian di hari terakhir, sudah kita lakukan,” ujarnya.

Kendala lainnya terjadi di SMP Nusa Alam di Lombok Barat yang mengalami permasalahan peladen. Solusinya dilakukan instalasi ulang peladen dengan mengganti operating system atau sistem operasi. “Sekarang sudah berjalan, yang lainya tidak ada gangguan signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lama gangguan tergantung dari sekolah masing-masing. Waktu yang dibutuhkan untuk memperbaiki peladen, biasanya mencapai 30 menit. Meskipun waktu ujian mundur, tapi ujian tetap berjalan kembali.

Menurut Susanto, biasanya yang terjadi adalah kendala peladen di lokal sekolah. Jika sekolah mengikuti aturan spesifikasi yang ditentukan, tidak akan ada masalah. Namun, kendala itu kasusnya kecil sekali dibandingkan 800-an peladen yang berjalan tanpa masalah.

Sementara itu, pelaksanaan di SMPN 19 Mataram juga berjalan lancar tanpa kendala. Kepala SMPN 19 Mataram, Hj. Aminah, S.Ag., M.Pd., mengatakan tidak ada gangguan server yang terjadi pada pelaksanaan hari kedua. Sebanyak 174 siswa kelas IX di SMPN 19 mengikuti UNBK tahun 2018 ini, sebanyak tiga ruang digunakan untuk pelaksanaan UNBK. “Alhamdulillah aman terkendali,” katanya. (ron)