Unggul, Prof. Husni Terpilih Rektor Unram

Mataram (Suara NTB) – Dekan Fakultas Hukum Universitas Mataram (Unram) Prof. H. Lalu Husni terpilih sebagai Rektor Unram periode 2018-2022. Husni unggul telak dari dua pesaingnya dengan mengantongi 49 suara senat dan suara menteri. Sedang Wakil Rektor I Unram Prof. Lalu Wirasapta Karyadi berada di posisi kedua dengan meraih 29 suara.

Sementara Wakil Rektor II Prof. Eny Yuliani hanya mampu meraih 11 suara. Pemilihan yang berlangsung tertutup di ruang sidang senat lantai III Unram ini dimulai sejak pukul 08.10 dan berakhir pada pukul 09.59. Ketua Senat Unram Prof. Mansur Ma’shum memimpin rapat senat tertutup hingga selesai.

“Prosesnya lancar sangat lancar hanya memakan waktu satu jam 50 menit,” kata Mansur usai pemilihan.

Diakui pula bahwa proses pemilihan sangat demokratis. Masing-masing senat menggunakan hak suaranya dengan baik. Tidak ada senat yang abstain, semuanya menggunakan hak pilih sesuai ketentuan. Begitu juga suara senat semuanya sah.

Pemilihan Rektor Unram sempat tertunda hingga dua bulan lebih. Pemilihan dilakukan setelah keluar Surat Sekjen Kemristekdikti Nomor 855/A.A2/KP/2018 Tanggal 27/2/18 tentang jadwal Pemilihan Rektor Unram Periode 2018-2022.

“Harapan senat, bersyukur bahwa atas izin juanyalah Unram berhasil memilih rektor dan akan ditetapkan oleh menteri dalam waktu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Baca juga:  Tingkatkan SDM, Unram akan Datangkan Dosen Asing

Sementara itu, Rektor Unram terpilih Prof. H. Lalu Husni usai terpilih menegaskan, apa yang diraih merupakan kemengan semua civitas akademika Unram.

“Mulai saat ini kepada teman-teman mari kita lupakan hiruk pikuk pilrek kita berpikir rapatkan barisan Unram secara bersama sekali terima kasih kepada semua pihak kementerian dan bapak rektor dan panitia penyelenggara,” ujarnya singkat.

Dikatakan Husni banyak agenda yang harus diselesaikan dalam waktu dekat sejak dirinya terpilih sebagai rektor. Salah satunya ialah mengisi kekosongan ketua program studi di sejumlah fakultas yang telah habis masa jabatannya. Seperti empat Kaprodi di Fakultas MIPA. Semuanya harus terisi segera, karena dapat mengganggu proses perkuliahan.

“Visi misi ke depan dalam waktu dekat kami menuntaskan dulu kaprodi yang sudah berakhir, senat fakultas, wisuda adik-adik ini. Segera sehingga mahasiswa bisa segera memperoleh ijazah,” urainya.

Sementara untuk jangka panjang, pihaknya akan berusaha memperbaiki akreditasi institusi Unram yang saat ini masih B. Hal ini tentu membutuhkan perjuangan panjang dan akan menjadi fokus perhatian. Termasuk juga merencanaka agar buku pedoman akademik yang ada, sudah saatnya untuk ditinjau kembali. Karena bagaimana pun juga ke depan kampus ini harus berdaya saing.

Baca juga:  Tingkatkan SDM, Unram akan Datangkan Dosen Asing

“Jadi fokus perhatian caranya tentu dengan sudah ada tim agar apa yang kurang kita segera lengkapi,” sambungnya.

Selain itu, yang pasti selanjutnya ialah meningkatkan kerjasama dengan daerah dan kampus luar negeri. Termasuk mendorong dosen-dosen muda melanjutkan kuliah ke luar negeri, memperbanyak seminar dan simposium.

Selain itu pihaknya akan mendata aset-aset milik Unram yang dapat dioptimalkan keberadaannya. Misalnya dalam bentuk kerjasama sesuai peraturan yang ada, seperti rumah sakit. Membuat kantin, optimalisasi aset dengan membangun minimarket di tanah kosong milik Unram. “Itu juga untuk dapatkan income,” jelasnya.

Wakil Rektor I Prof. Lalu Wirasapta Karyadi, mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang telah berusaha mendukungnya sejak awal. Dia pun berharap usai pemilihan semua civitas akademika Unram bisa kembali berbaur dalam satu keluarga besar Unram.

“Prof. Husni adalah teman dan sahabat saya. Yang saya pikir menurut telaahan menteri dan teman teman lain beliau adalah seorang yang sangat pas menjadi pemimpun Unram ke depan. Sehingga saya mengajak kembali mendukung apa yang menjadi pilihan menteri. Harapan kita mudahan bisa amanah, dan membawa kemajuan pada unram. Pemilihan sangat demokratis dan hasilnya kepercayaan itu diberikan kepada rekan saya Prof. Husni,”  tukasnya. (dys)