Molor, Pembangunan Kampus Poltekpar Lombok

Praya (Suara NTB) – Ditargetkan selesai akhir bulan Desember tahun 2017, target penyelesaian pembangunan kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, dipastikan molor. Bagaimana tidak, sampai batas waktu kontrak kerja yang ada, PT. Abipraya selaku rekanan proyek baru bisa menyelesaikan pekerjaan sekitar 85 persen. Pihak rekanan bersangkutan pun telah mengajukan perpanjangan waktu pekerjaan selama 90 hari ke depan.

Dengan begitu, pembangunan kampus Poltekpar Lombok tahap pertama tersebut diperkirakan baru akan rampung Bulan Maret mendatang. “Sudah ada pengajuan perpanjangan waktu selama 90 hari ke depan dari pihak rekanan,” aku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) NTB, H. L. Moh. Faozal, M.Si., saat ditemuai Suara NTB di Lombok International Airport (LIA), Senin, 1 Januari 2018.

Menurutnya, pihak rekanan berdalih, tidak selesaikan pengerjaan proyek pembangunan kampus Poltekpar Lombok, dikarenakan dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah Loteng sejak awal musim penghujan.  Rekanan juga sedikit terlambat bekerja, karena adanya persoalan lahan lokasi pembangunan Poltekpar Lombok.

Untuk itu, atas beberapa pertimbangan, pihaknya sudah memberikan perpanjangan waktu dengan beberapa ketentuan yang wajib dilaksanakan oleh pihak rekanan. “Waktu yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan dengan optimal. Supaya tidak lagi terjadi keterlambatan pengerjaan,” terangnya.

Untuk pembangunan tahap kedua, meski ada keterlambatan pada pengerjaan tahap pertama tetap akan dilakukan tahun ini juga, karena item pekerjaan berbeda. Di mana kalau tahap pertama itu pembangunan dua gedung kampus. Sedangkan tahap kedua, pembangunan gedung rektorat serta laboratorium. “Proses tender pembangunan tahap kedua kampus Poltekpar Lombok ini sedang kita persiapan. Dan, diharapkan proses pembangunannya bisa segera berjalan,” tambah Faozal.

Ia menjelaskan, untuk pembangunan tahap kedua ini alokasi anggaran yang dipersiapkan sebesar Rp 153 miliar lebih. Jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan alokasi anggaran untuk pembangunan tahap pertama yakni sebesar Rp. 135 miliar. “Kita berharap untuk pembangunan tahap kedua ini tidak ada kendala. Sehingga pengerjaannya bisa tepat waktu sesuai target yang ada,” ujarnya. (kir)