Pelajar SMK Ini Bikin Pembangkit Listrik Sendiri

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah pelajar SMK Negeri 1 Lingsar menemukan pembangkit daya listrik sendiri. Mereka menerapkan tekhnologi tepat guna terbarukan temuannya, untuk membantu masyarakat terutama penduduk yang bermukim di daerah yang belum dijangkau kabel listrik Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Disini memang ada jurusannya dan kita sudah mulai menerima siswa. SMK ini mungkin satu-satunya SMK yang telah memiliki jurusan tekhnologi terbarukan yang juga mulai menerima siswa,” tegas Rujurahman, Kepala SMK Negeri 1 Lingsar, Jumat, 31 Maret 2017.

Baca juga:  INOVASI Dorong KKG Belajar Mandiri secara Daring

Pelajar di sekolahnya, mengembangkan teknologi kincir air. Kincir yang digerakkan oleh aliran air tersebut dimanfaatkan sebagai alat penggerak generator. Selanjutnya, generator yang digerakkan itulah yang berfungsi membangkitkan daya listrik. Pelajar khususnya jurusan Tekhnologi Tepat Guna di sekolah itu, merealisasikan teori peruabahn energi kinetik menjadi energi listrik.

“Saat ini sudah beberapa kincir yang terbuat. Letaknya menyebar, ada di Segerongan, kemudian di pelosok-pelosok sekitaran daerah sini yang memang belum dijangkau PLN. Kalau kincir yang berputar diatas selokan atas sekolah ini hanya merupakan miniatur,” terangnya.

Baca juga:  Satpol PP Amankan Pelajar Bolos di Kawasan Samota

Meski bersifat sebagai miniatur, kincir pembangkit listrik tersebut tetap berfungsi. Dengan kincir berdiameter sekitar 50 cm, kincir yang memanfaatkan saluran parit itu siap menyalakan satu unit lampu. Generator dalam replika pembangkit listrik tersebut, memiliki tegangan sekuat 20 volt.

Prinsipnya, semakin deras arus aliran sungai maka potensi dalam menghasilkan tegangan listrik yang lebih besar semakin tinggi. Di Pulau Lombok, terdapat ratusan titik saluran irigasi yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat memasang alat pembangkit listrik. Teknologi tepat guna dan terbarukan ini, perlu dikembangkan dengan masif. Tujuannya agar dapat membantu masyarakat di pelosok-pelosok yang belum dapat menikmati fasilitas penerangan.

Baca juga:  Unram Terima Penghargaan dari Malaysia

“Semakin deras arusnya, maka semakin tinggi tegangan listrik yang bisa dihasilkan. Tekhnologi tepat guna yang bersifat terbarukan ini, perlu dikembangkan. Ini bisa membawa manfaat bagi kesejahteraan,” tandasnya. (met)