Ribuan PAUD di NTB Belum Terakreditasi

Mataram (Suara NTB) – Ribuan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di NTB belum terakreditasi. Hal ini dikarenakan kuota lembaga yang dikareditasi oleh Badan Akreditasi Provinsi (BAP) PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) NTB dari pemerintah pusat masih sangat minim.

Padahal, proses akreditasi sangat penting untuk menilai kualitas sekolah. Dibutuhkan bantuan anggaran dari pemerintah daerah untuk mendukung hal ini.

Ketua BAP PAUD dan PNF NTB, Dr. Fauzan, M.Pd., ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 11 Oktober 2017 mengatakan di tahun ini pihaknya mendapat kuota 300 PAUD untuk diakreditasi. Di tahun-tahun sebelumnya hanya mendapat kuota 100 sampai 150 PAUD untuk diakreditasi.

Baca juga:  UM dan NTB Jalin Kemitraan Dorong Penelitian di NTB

Padahal berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ada sebanyak 4.907 Taman Kanak-kanak/Raudhatul Athfal  (TK/RA), Kelompok Bermain (KB), Tempat Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) di NTB, baik negeri maupun swasta.

Menurutnya, kendala yang membuat banyak PAUD yang belum diakreditasi, karena jumlah kuota yang diberikan dari pemerintah pusat sangat sedikit. “Banyak sekali PAUD yang belum terakreditasi,” ujar Fauzan.

Padahal ada wacana di tahun 2019 nanti pemberian bantuan bagi PAUD disesuaikan dengan tingkat akreditasi PAUD itu. Fauzan menyampaikan, di tahun depan kuota akreditasi berasal dari kuota yang diusulkan.

“Kita akan berikan by name by address, bukan lagi kuota. Mudahan demikian agar banyak lembaga PAUD dan PNF yang bisa diakreditasi,” harapnya.

Baca juga:  Sekolah Rusak di Lombok Tengah Segera Diperbaiki

Diakuinya salah satu masalah ada pada jumlah assessor yang minim. Di tahun ini pihaknya mendapatkan tambahan 44 assessor. Di tambah lagi, BAP PAUD baru menjadi BAP pada tahun 2016 lalu, sebelumnya hanya berbentuk kelompok kerja (Pokja).

“Kalau kondisi sekarang belum selesai, belum semua PAUD diakreditasi, PAUD yang sudah diakreditasi sudah habis masa akreditasinya,  jadi kan perputarannya tidak akan selesai,” kata Fauzan.

Ia mengharapkan ada bantuan dari pemerintah daerah untuk penyelenggaraan akreditasi. Saat ini untuk akreditasi hanya berasal dari APBN. “Kalau provinsi mau membantu dengan hibah, itu bisa,” katanya.

Baca juga:  Sekolah Berkuda Perlu Didirikan di NTB

Fauzan menekankan, akreditasi pada PAUD sangat penting. Secara teori pendidikan, karakter anak lebih terbentuk saat usia dini sampai anak duduk di kelas III. Menurutnya 80 persen karakter anak dibentuk saat usia emas atau sering disebut sebagai golden age.

“Usia emas anak saat di usia dini. Masa’ kita serahkan masa emas anak kita di lembaga yang tidak terjamin,” kata Fauzan.

Fauzan menekankan, pendidikan pada usia dini di TK, RA dan sederajat harus betul-betul ditingkatkan kualitasnya. Harus ada dukungan juga dari pemerintah daerah.

“Agar segera kita mendapatkan bantuan untuk akreditasi lembaga, kalau persentasenya sangat kecil yang sudah terakreditasi,” katanya. (ron)