SMPN 19 Mataram Siapkan Simulasi UNBK

Mataram (Suara NTB) – SMPN 19 Mataram menyiapkan diri menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada tahun 2018 nanti. Pihak sekolah akan mempersiapkan simulasi UNBK, termasuk mengundang teknisi dari luar sekolah untuk mematangkan persiapan UNBK.

Hal itu disampaikan Kepala SMPN 19 Mataram, Hj. Aminah, S.Ag., M.Pd., pekan kemarin. Pada akhir pekan lalu, pihaknya mengadakan rapat persiapan semester dan persiapan simulasi UNBK. “Kebetulan kami mengundang teknisi dari luar untuk menabah penguatan dalam persiapan UNBK,” katanya.

Selain itu, SMPN 19 Mataram juga mendapatkan bantuan isi laboratorium komputer. Penyerahan bantuan secara simbolis sudah dilakukan. SMPN 19 Mataram memperoleh bantuan laboratorium komputer dan LCD dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Bantuan ini berkat SMPN 19 Mataram melaksanakan UNBK pada Ujian Nasional lalu.

Awalnya SMPN 19 Mataram tidak melaksanakan UNBK pada UN tahuan ajaran 2016/2017 lalu, namun ketika Hj. Aminah dimutasi untuk mengisi posisi Kepala Sekolah di SMPN 19 Mataram, ia melihat di SMPN 19 sudah memiliki 20 komputer. Dengan merujuk pada surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), yang menyebutkan sekolah yang memiliki 20 unit komputer harus ikut UNBK, ia pun mengiyakan untuk mengikuti UNBK.

Fasilitas untuk pelaksanaan UNBK mulai disiapkan pihaknya saat itu. SMPN 19 menggunakan dua ruang untuk UNBK. Aminah menyebutkan, sebanyak 146 siswa yang akan mengikuti UNBK lalu, ditambah dengan sekolah swasta yang ikut melaksanakan UNBK di SMPN 19.

Total komputer yang disiapkan sebanyak 65 komputer, berasal dari meminjam di siswa dan guru. Namun berdasarkan saran dari operator, SMPN 19 akan menggunakan 48 komputer untuk tiga sesi UNBK.

Aminah bersyukur dengan keseriusan pihak sekolah melaksanakan UNBK yang lalu, sehingga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat. “Semua itu juga hasil kerja keras bersama warga SMP 19 Mataram sehingga sekolah kita dapat perhatian dari kementerian,” ujarnya. (ron)