Terinspirasi dari Maulana Syekh, TGB Ingin Kualitas Pendidikan di NTB Terus Meningkat

Mataram (suarantb.com) – Kontribusi Maulana Syekh, Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) Zainuddin Abdul Madjid semasa hidupnya terhadap Nusa Tenggara Barat, khususnya Lombok memang tidak diragukan lagi. Selain kontribusi beliau dalam perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, juga kontribusi luar biasa khususnya dalam bidang pendidikan.

Belajar dari kontribusi Maulana Syekh ini, Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi mengatakan bisa dijadikan inspirasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTB.

“Itu menjadi pengingat bagi kita ke depan dan seterusnya, khususnya kita di NTB ini untuk terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan kita. Anak-anak NTB harus semakin terdidik, makin cerdas dan makin mampu untuk menghadapi tantangan apapun di masa depan,” kata Tuan Guru Bajang (TGB) ditemui Senin, 30 Oktober 2017.

Diketahui, sebagai bentuk kontribusinya dalam mencerdaskan anak-anak di Lombok pada masa itu, Mualana Syekh mendirikan Pondok Pesantren Al

-Mujahidin tahun 1934. Sistem pendidikannya pun diubah dengan keluar dari sistem pendidikan pesantren yang dinilai kurang produktif dan akomodatif.

Tak hanya mendirikan ponpes, Maulana Syekh menunjukkan bentuk kepeduliannya pada pendidikan kaum perempuan. Sehingga didirikanlah dua madrasah, untuk pelajar laki-laki, yaitu Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) dan untuk perempuan, Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI).

Atas peran penting Maulana Syekh di amsa perjuangan kemerdekaan, pemerintah pusat pun telah menetapkan untuk memberikan gelar pahlawan nasional bagi kakek TGB ini.

“Terima kasih pada pemerintah dalam hal ini Presiden yang telah memutuskan dan menetapkan putra terbaik NTB, yaitu Maulana Syekh sebagai pahlawan nasional,” kata Gubernur.

“Penetapan ini adalah satu kebanggaan bagi kita, sekaligus juga pengingat bahwa sekian puluh tahun yang lalu seorang putra NTB dengan keterbatasannya berhasil melakukan reformasi luar biasa,” pungkas TGB. (ros)