NTB Kekurangan Guru SMK Produktif

Mataram (suarantb.com) – Kepala Bidang Pengembangan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, Lalu Hasbul Wadi mengakui NTB kekurangan guru produktif di SMK. Sehingga pemerintah terpaksa berburu guru SMK dari luar daerah.

“Saat ini terus terang saja kita harus booking dulu untuk guru produktif di SMK ini. Kita mencari guru produktif dari luar NTB,” akunya, Selasa, 11 Juli 2017.

Kekurangan ini disebabkan sedikitnya jumlah guru produktif yang dihasilkan perguruan tinggi negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk mengajar di SMK. Jika PTN dan PTS bisa menghasilkan lulusan guru produktif di SMK, NTB tak perlu lagi mengimpor guru dari luar daerah.

“Guru-guru produktif SMK itu masih kurang, salah satu penyebabnya belum banyak PTN yang memproduksi guru-guru produktif untuk SMK,” ungkapnya.

Hasbul menyebutkan ada sembilan bidang keahlian yang dibutuhkan di SMK yaitu; Agribisnis dan Agroteknologi, Kemaritiman, Pariwisata, Seni dan Industri Kreatif, Teknologi dan Rekayasa, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), dan Bisnis dan Manajemen. Namun, masih sedikit lulusan yang dihasilkan PTN dan PTS pada bidang-bidang keahlian tersebut. Utamanya yang memiliki kualifikasi guru produktif untuk mengajar di SMK.

Untuk itu, Hasbul meminta agar PTN dan PTS di NTB semakin banyak membuka program studi (prodi) untuk memenuhi kebutuhan guru-guru produktif di SMK. “Agar semakin banyak program studi dibuka di PTN dan PTS di NTB  yang mengarah pada kebutuhan di SMK. Terutama untuk menghasilkan guru-guru produktif yang ada di SMK,” lontarnya.

Terlebih dengan telah adanya nota kesepahaman dengan Kemerinstek dan Inpres Nomor 9 tahun 2016, Hasbul menyebutkan mulai 2017 ini peran PTN dan PTS sangat strategis dalam rangka ikut meningkatkan mutu lulusan SMK di NTB. (ros)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.