Hardiknas, Mahasiswa Soroti Maraknya Kasus Pencabulan di Lingkungan Pendidikan

Selong (Suara NTB) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Selasa, 2 Mei 2017, diwarnai aksi unjuk rasa sejumlah organisasi kemahasiswaan di Lombok Timur (Lotim). Pada momen ini, salah satu yang menjadi sorotan para mahasiswa, terkait masih maraknya kasus pencabulan dan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan Lotim.

Dalam orasinya di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim, Ketua PMII cabang Lotim, Lalu Jayani Rangga Anom Putra, menyebut pendidikan merupakan tonggak kemajuan sebuah bangsa dan negara, maju mundurnya sebuah sistem pendidikan dalam sebuah negara sangat mempengaruhi perkembangan sebuah bangsa.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

Oleh karena itu, katanya, jika pendidikan Lotim saat ini tidak terealisasi dengan maksimal, maka akan berdampak terhadap perkembangan wajah pendidikan yang masih jauh dari harapan. “Ini membuktikan bahwa pemerintah gagal mengcover tujuan pendidikan nasional,” kritiknya.

Selain itu, maraknya kasus pencabulan terhadap peserta didik ataupun siswa di Kabupaten Lotim menunjukkan bobroknya dunia pendidikan Lotim. Pasalnya, guru yang seharusnya menjadi panutan dan tauladan terhadap siswa malah sebaliknya melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan normal agama. Tentunya, tindakan bejat seorang guru tersebut sudah merusak masa depan siswa yang menjadi harapan bangsa Indonesia.

Baca juga:  Gandeng Telkomsel, Amman Mineral Persiapkan 500-an Pelajar KSB Era Industri 4.0

Sementara Sekdis Dikbud Lotim, Jujuk Ferdianto yang menemui massa menjelaskan, Dinas Dikbud siap mengagendakan apa yang menjadi tuntutan para massa. Dalam kesempatan itu pula, ia meminta kepada para mahasiswa untuk melaporkan ke Dinas Dikbud apa-apa yang menjadi temuan mahasiswa di tengah-tengah masyarakat, sehingga dapat diturunkan auditor oleh Dinas Dikbud. (yon/rus)