Presiden Telah Tandatangani Penetapan IAIN Mataram Jadi UIN

0
186

Mataram (suarantb.com) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram resmi beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) bersama lima IAIN lainnya di Indonesia.

“Status perubahan IAIN ke UIN Perpresnya sudah di tandatangani oleh Presiden dan saya juga sudah diundang ke Sekretariat Negara,” ungkap Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Mutawalli, M.Ag di Mataram, Sabtu, 8 April 2017.

Ia menerangkan bahwa yang masih ditunggu adalah proses penyerahan Perpres tersebut, beserta persiapan peresmian IAIN menjadi UIN Mataram. “Perpresnya sudah jadi tinggal kami tunggu penyerahannya. Tapi kami sudah memastikan bahwa Perpresnya sudah ada,” imbuhnya.

Menurut Mutawalli, proses perubahan status itu diakuinya memerlukan waktu yang cukup lama. Ia mengatakan seluruh persyaratan telah terpenuhi, begitu pula dengan syarat menjadi UIN yang menurutnya membutuhkan lebih dari 10 ribu mahasiswa.

“Saat ini total mahasiswa ada 11 ribuan, syarat untuk jadi UIN itu harus lebih dari 10 ribu,” sebutnya.
Dengan perubahan status menjadi UIN, Mutawalli menjelaskan berbagai upaya akan dilakukan untuk bisa berkontribusi bagi masyarakat. Diantaranya ialah membuka program studi pariwisata syariah tahun ini. Menurutnya program studi tersebut sesuai dengan posisi NTB yang telah menjadi daerah wisata halal.

Meskipun nanti akan ada program studi umum, namun hal tersebut tidak akan mengurangi nilai keagamaan yang menjadi ciri khas IAIN. “Bukan berarti menghilangkan nilai keagamaan yang jadi ciri dari IAIN, nantinya studi umum 40 persen dan 60 persen agama,” jelas Mutawalli.

Saat ini, jumlah program studi di IAIN Mataram sebanyak 27 dengan 3 fakultas. Demikian juga tambahan program studi Pendidikan Agama Islam Multikulturalism di Pascasarjana UIN yang didirikan tahun 2016.

Selain IAIN Mataram, lima IAIN yang berubah status menjadi UIN ialah IAIN Imam Bonjol Padang, IAIN Raden Intan Lampung, IAIN Sultan Taha Saifuddin Jambi, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten dan IAIN Anatasari Banjarmasin.

Kelima UIN tersebut, seluruhnya menggunakan nama tokoh pahlawan kecuali UIN Mataram yang tidak menggunakan nama tokoh. Mutawalli mengaku, keputusan pihaknya untuk tidak memakai nama selain UIN Mataram agar tetap menjaga netralitas.

“Agar tidak ada klaim macam-macam, ya kita netral sajalah. Artinya bahwa UIN Mataram ini menjadi milik bagi semua masyarakat di NTB,” tandasnya. (hvy)