Mahasiswa IAIN Mengaku Telat Bayar SPP Karena Kendala Ekonomi

Mataram (suarantb.com) – Supratman, salah seorang mahasiswa IAIN Mataram yang termasuk mahasiswa telat cuti, mengaku telat membayar karena kendala ekonomi. Ini disampaikannya pada awak media di Kampus IAIN, Rabu, 22 Maret 2017.

“Karena kesulitan ekonomi kita juga belum bisa membayar, mereka tidak perhatikan kalau kita ini anak buruh tani. Mereka tidak memikirkan susahnya kita mencari uang,” ceritanya pada awak media.

Banjir yang melanda Sumbawa juga diakuinya menjadi alasan keterlambatan ia kembali ke Lombok untuk mengurus pembayaran SPP. “Saya kemarin telat datang dari Sumbawa, karena bencana kan kemarin-kemarin jadi agak telat kita datang,” katanya.

Diakui mahasiswa asal Sumbawa ini, ia dan teman-temannya kaget saat mengetahui tidak ada perpanjangan masa pembayaran SPP untuk semester ini. Padahal tahun-tahun sebelumnya, selalu ada perpanjangan.

Parahnya, menurut Supratman tidak ada sosialisasi terlebih dahulu dari pihak kampus mengenai ini. “Mahasiswa baru dari semester satu, dua sampai enam shock karena tidak ada perpanjangan. Karena tidak ada sosialisasi dari rektor dan pejabat IAIN Mataram mengenai pembayaran SPP ini,” akunya.

Masa pembayaran SPP yang ditetapkan IAIN untuk semester ini adalah dari tanggal 9 Januari-3 Februari 2017. Namun, diakui Supratman ada mahasiswa yang mengaku bisa membayar SPP pada tanggal 4 Februari. Meski telah lewat waktu, mahasiswa itu mengaku bisa membayar.

“Katanya pembayarannya diterima

di bank, kata anak itu sampai tanggal 9 tutupnya itu kata bank ke anak ini. Pas saya kesana lagi sudah tidak bisa,” ucapnya.

Karena belum membayar SPP, mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI) ini harus mengajukan surat cuti. Jika tidak, ia harus membayar SPP dobel pada semester depan.

“Harapannya Rektor bersimpati buka 1-2 hari perpanjangan SPP. Karena kasihan juga kami pengen mengenyam pendidikan. Saya harusnya semester ini masuk semester enam, tapi kalau cuti jadinya masih semester lima,” lontarnya.

Wakil Rektor I IAIN Mataram, H. Masnun membantah pernyataan Supratman terkait tidak adanya sosialisasi tersebut. Ia mengaku sosialisasi telah dilakukan jauh-jauh hari, bahkan dalam buku panduan akademik juga telah tertulis aturan tersebut.

“Kalau persoalan banjir, itu kan terjadi jauh-jauh hari. Banjir Bima juga jauh sebelum pembayaran SPP. Bahkan ada yang alasan ada banjir di Gerung, itu kan ndak masuk akal. Mereka memang suka menunda-nunda pembayaran,” tandasnya.

Masnun menyatakan jika permintaan Supratman dikabulkan, akan timbul ketidakadilan bagi sebagian besar mahasiswa yang telah membayar tepat waktu. Menurut data yang dimilikinya, mahasiswa yang belum membayar SPP berjumlah 309 orang.

“Hingga kemarin, tercatat 152 mahasiswa telah mengajukan cuti yaitu 54 mahasiswa Fakultas Tarbiyah, 76 mahasiswa Fakultas Syariah dan 22 mahasiswa Fakultas Dakwah. Sisanya masih sulit dilacak,” tandasnya. (ros)