Buka Akses Pendidikan ke India, UMM Jalin Kerjasama dengan Konjen India

Mataram (suarantb.com) Untuk membuka akses pendidikan maupun pertukaran informasi pendidikan ke India, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMM) menjalin kerjasama dengan pemerintah India melalui Konsulat Jenderal (Konjen) India Bali. UMM telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) Konsul Jenderal Konjen India Bali, Sunil Babu, Selasa, 7 Februari 2017.

Kantor Urusan Internasional (KUI) UMM dengan pemerintah India bekerja sama untuk pertukaran informasi pendidikan. India dinilai mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan UMM.

“Salah satu keuntungannya, kita akan mendapat beasiswa S1 sampai S3 di India,” kata Kepala KUI UMM, Dr. Lukman, M.Pd. Kesempatan belajar di India tidak hanya untuk mahasiswa atau dosen UMM, tetapi juga untuk masyarakat umum.

Baca juga:  Sembilan Gedung Baru UIN Mataram Diresmikan

Dengan kesepakatan ini, seluruh akses informasi pendidikan, pengembangan keilmuan, pengembangan kurikulum dan beasiswa dapat diakses lewat KUI UMM. Hal ini juga termasuk dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan budaya.

Tak hanya dengan pemerintah India, KUI UMM juga menandatangani kesepakatan

kerjasama dengan IPDN NTB, Unram, dan PGRI NTB. Rektor  UMM, Drs. H. Mustamin H Idris, MS menyampaikan dengan berbagai kerjasama tersebut, pihaknya ingin menjadikan KUI sebagai tulang punggung kemajuan universitas. UMM dan IPDN NTB sebelumnya telah menjalin kerjasama dimana dosen UMM berkesempatan mengajar di  Kampus IPDN NTB.

Baca juga:  Sembilan Gedung Baru UIN Mataram Diresmikan

“Ada empat orang dosen Bahasa Inggris kita yang mengajar di IPDN,” sebutnya.

Bentuk kerjasama dengan Unram salah satunya dosen Unram diberi kesempatan mengajar di UMM sesuai kebutuhan. Kerjasama ini juga terkait fasilitas seperti laboratorium praktik untuk mahasiswa pertanian dan kesehatan.

Sedangkan kerjasama dengan PGRI NTB bertujuan untuk pengembangan guru, mengingat UMM juga memiliki FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan). Terutama terkait dengan publikasi ilmiah. Mustamin berharap kerjasama ini segera ditindaklanjuti. “MoU dan MoA (Memorandum of Agreement) ada tindak lanjutnya dan tidak berhenti pada proses penandatanganan saja,” kata Mustamin. (anh)