BRT, Bus Khusus untuk Pelajar Kota Mataram

Mataram (suarantb.com) – Bus Rapid Transit (BRT) atau Bus Trans Mataram akan dioperasikan menjadi bus khusus pelajar di Kota Mataram. Selama masa percobaan, yang direncanakan pada November dan Desember 2016 BRT akan bertugas mengangkut pelajar dari berangkat dan pulang sekolah. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB, Lalu Bayu Windya yang ditemui di kantornya, Rabu, 26 Oktober 2016 menekankan BRT akan diutamakan untuk melayani pelajar.

“BRT nanti akan beroperasi khusus untuk pelajar, kita sudah minta begitu. Dua jam pagi pukul 06.00-08.00 dan dua jam siang pukul 13.00-15.00, saat berangkat dan pulang sekolah,” ujar Bayu.

Uji coba BRT menurut rencana akan dilakukan bulan November dan Desember 2016. Semua bus sejumlah 25 bus akan turun melayani pelajar di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Bus ini akan melalui koridor BRT yang telah ditetapkan Dishubkominfo NTB, yakni koridor I, II, III dan IV.

Mengingat luasnya koridor yang ditangani, dalam satu koridor akan ada lebih dari satu bus yang beroperasi. “Nanti setiap 20 menit akan ada bus yang lewat. Selama waktu dua jam itu” imbuhnya.

Tempat pemberhentian BRT sudah disediakan dalam bentuk Bus Stop. Juga sudah ada beberapa halte yang siap digunakan. Jika pelajar berangkat dari rute Jalan Pendidikan, untuk rute pulang ia harus berjalan sedikit untuk menunggu bus di rute kepulangan. Dan jarak itu dipastikan Bayu sekitar 400 meter. “Hanya perlu jalan 400 meter, tidak jauh,” tambahnya.

Bus BRT yang akan melayani pelajar ini menampung lebih dari 50 penumpang. Menurut pantauan suarantb.com, interior bus BRT bagus. Kursi empuk dalam bus diposisikan melingkar. Sehingga penumpang duduk saling berhadapan. Menurut Bayu bus ini bahkan dilengkapi dengan musik untuk menghibur para pelajar.

Untuk memberikan kenyamanan bagi pelajar yang tidak mendapatkan tempat duduk, tersedia banyak pegangan atau  hand grip. Jadi pelajar masih bisa melakukan perjalanan dengan cara berdiri.

Dalam masa ujicoba nanti, Bayu mengakui Dishubkominfo NTB akan menempatkan satu personil di masing-masing bus. Ini dilakukan untuk pendataan jumlah penumpang yang naik. Sekaligus mendata siapa saja yang naik. Karena tidak tertutup kemungkinan akan ada penumpang non-pelajar yang berminat menikmati bus gratis.

“Tetapi kalau memang ada pegawai yang kesulitan kendaraan buat ke kantor, bisa ikut naik BRT. Itung-itung kan membantu orang,” imbuhnya.(ros)