Bangun Karakter Anak Melalui Pendidikan Keluarga

Mataram (suarantb.com) – Hubungan orang tua siswa dengan sekolah selama ini dianggap terlalu kaku. Di dunia pendidikan, hubungan yang baik antara orang tua dan sekolah sangat penting untuk membangun karakter anak yang lebih baik. Untuk itu, pemerintah menggalakkan sistem pendidikan baru yang disebut pendidikan keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Sudenom mengatakan, dalam pendidikan keluarga, orang tua diimbau lebih aktif dalam pengawasan terhadap anak di luar lingkungan sekolah. Orang tua harus lebih berani berkomunikasi dengan pihak sekolah untuk memantau kegiatan anak.

“Misalkan anak terlambat pulang sekolah, orang tua harus lebih berani menghubungi sekolah. Keberanian untuk berkomunikasi, bukan melawan,” terangnya, Senin, 19 September 2016.

Jika sudah ada hubungan yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua, maka diharapkan kegiatan anak lebih terkontrol. Tidak ada lagi anak yang keluyuran di luar jam sekolah dan melakukan kegiatan negatif lainnya.

Sudenom memandang hubungan orang tua dengan sekolah selama ini belum maksimal. Dilihat dari kesibukan guru atau pihak sekolah lainnya, tidak memungkinkan sekolah untuk berkomunikasi setiap saat.

Di Kota Mataram sendiri, hanya ada beberapa sekolah yang memiliki hubungan baik dengan keluarga siswa. Dengan dengan adanya pendidikan keluarga, sekolah diminta melakukan terobosan-terobosan untuk membangun keharmonisan dengan orang tua siswa.

“Di sini (Kota Mataram) sudah diberikan (sosialisasi) kepada pengawas, guru, dan kepala sekolah tentang pendidikan keluarga ini,” ungkapnya.

Namun pemahaman pendidikan keluarga belum disosialisasikan secara menyeluruh. Sebab pendidikan keluarga ini baru digalakkan pada tahun 2015, dan kegiatan sosialisasi tersebut masih terkendala penangguhan DAU.

Pemberian pemahaman mengenai pendidikan keluarga ini akan diselenggarakan secara bertahap kepada guru dan orang tua siswa. Dimulai dari jenjang SD dan SMP. “Nanti dengan sendirinya, orang tua mungkin akan membentuk forum orang tua, yang sekarang ini sudah ada komite sekolah, tapi ruang lingkupnya masih terbatas,” jelasnya. (rdi)