Penderita DBD, Bupati Ingatkan Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, membesuk penderita DBD yang dirawat di Puskesmas Sakra Barat, Minggu (9/2). (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Dusun Tanjah-Anjah Desa Pangkelak Mas Kecamatan Sakra Barat terus bertambah. Hingga, Minggu, 9 Februari 2020, jumlah penderita DBD bertambah menjadi 18 orang dari 4 orang sebelumnya pada Jumat pekan lalu.

Kepala Puskesmas Sakra Barat, Nurhayati, mengatakan jumlah masyarakat yang Tanjah-Anjah yang dirawat di Puskesmas Sakra Barat sebanyak 29 orang dan yang positif DBD sebanyak 18 orang. Dari 29 orang ini, sebanyak tiga orang di antaranya sudah dipulangkan, karena sudah membaik.

Iklan

“Saat ini korban bertambah jadi 18 orang yang positif DBD,” terangnya saat mendampingi Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, ketika membesuk penderita DBD di Puskesmas Sakra Barat.

Diakuinya, penyebab terserangnya masyarakat oleh DBD, karena lingkungan yang kurang bersih. Sebagian besar masyarakat di dusun satu rumah dengan kandang sapi miliknya. “Rata-rata disebabkan karena lingkungan yang kurang bersih dan terjadinya genangan yang menjadi sumber berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. “Sampai saat ini, tidak ada korban yang meninggal dunia,”terangnya.

Dalam penanganan kasus ini, Nurhayati mengungkapkan pihaknya sudah melakukan penanganan di lapangan berupa fogging, bergotong royong membersihkan lingkungan serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih. Tidak hanya itu, dari puskesmas juga mengajak seluruh desa di wilayah kerja Puskesmas Sakra Barat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungannya. Langkah ini untuk mewaspadai terjadinya serangan berbagai penyakit yang dapat timbul pada musim penghujan saat ini.

Ditegaskan bupati, penyakit yang menghampiri masyarakat pada dasarnya disebabkan oleh lingkungan hidup yang tidak sehat. Misalnya di Desa Tanjah-Anjah setiap rumah terdapat sapi dalam satu rumah, sementara sanitasi tidak ada serta ketersediaan air relatif kurang. “Kesadaran meningkat terhadap kebersihan lingkungan,” ungkap bupati.

Dalam mengatasi hal tersebut, bupati mengungkapkan jika terdapat beberapa program yang dicanangkan oleh pemerintah daerah sesuai kebutuhan mendasar masyarakat. Seperti akan dibangun sumur bor serta sarana pendidikan berupa SD filial. Pada kesempatan, bupati mengajak kepada pemerintah desa, puskesmas dan organisasi kepemudaan untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta melakukan kegiatan kebersihan lingkungan secara rutin. “Pihak puskesmas, TNI danPolri kita harapkan dapat memberikan contoh kepada masyarakat,”pesannya.

Ditekankan bupati, lingkungan yang bersih dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat dan menjadi tugas bersama yang harus dijalankan. Tanpa kesadaran masyarakat, keinginan dari pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang bersih serta terhindarnya masyarakat dari penyakit sulit terwujud. Terutama tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menimbulkan persoalan yang lebih besar seperti bencana banjir. (yon)