Pendatang Teridentifikasi Covid-19 Dihalau

Petugas kesehatan mengambil sampel tes cepat antigen Covid-19 kepada pengendara yang melintas pos penyekatan PPKM Darurat Bundaran Jempong, Sekarbela, Mataram. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – PPKM Darurat Kota Mataram membawa hasil. Penyekatan di sejumlah titik menyaring pendatang. Termasuk yang teridentifikasi positif Covid-19 berdasarkan tes cepat acak antigen. Sebagian lainnya yang tidak memenuhi persyaratan masuk dihalau.

Pelaksanaan hari kedua PPKM Darurat pada Selasa lalu, sebanyak 1.533 kendaraan yang melewati empat titik penyekatan diperiksa. “Ada 322 kendaraan yang kita minta putar balik. Sebagian besar pengendara motor,” ucap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Rabu, 14 Juli 2021. Alasannya karena tidak dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19, baik dosis pertama maupun dosis lengkap. Hanya 761 orang yang dapat menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19. Selain itu, yang tidak memiliki keperluan mendesak.

Iklan

Titik penyekatan ini meliputi Bundaran Jempong, Sekarbela; simpang empat Dasan Cermen, Cakranegara; Jalan Akhmad Yani, Sandubaya; dan Jalan Saleh Sungkar, Bintaro, Ampenan. Selain itu dilakukan tes cepat antigen Covid-19 secara acak. “Totalnya ada 188 orang yang kita tes. 183 orang negatif, dan lima orang positif Covid-19,” kata Artanto.

Terhadap yang teridentifikasi positif ini, ditindaklanjuti dengan tes PCR dan diarahkan untuk menjalani karantina. Pada hari pertama penerapan PPKM Darurat, Senin lalu, sebanyak 128 kendaraan dipaksa putar balik dari total 323 kendaraan yang diperiksa dan hanya 25 orang yang dapat menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19. Kemudian ada 133 orang yang dites cepat antigen Covid-19 dengan hasil negatif.

Sementara, Polresta Mataram memantau pelaksanaan PPKM Darurat pada sektor esensial yang ketentuannya bekerja maksimal 50 persen kapasitas karyawan.  Salah satu yang dipantau yakni pelayanan perbankan. Beberapa kantor perbankan yang dipantau yakni Bank NTB, Bank BNI, dan Bank BRI. “Mereka sudah menerapkan ketentuan PPKM Darurat. Bahkan yang bekerja hanya 40 persen sampai 45 persen,” ucap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi.

Pengurangan jumlah karyawan yang bekerja yakni di bagian yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Yakni teller dan customer service. Karyawan di bagian lain mendapat kebijakan bekerja dari rumah tetapi tetap terhubung melalui video konferensi. “Mereka yang perbankan ini juga melakukan tes cepat antigen secara periodik untuk memantau kondisi. Sekurang-kurangnya satu kali dalam satu bulan,” kata Heri.

Contohnya, Bank BRI Cabang Mataram yang rutin tes cepat antigen terhadap lebih kurang 400 karyawannya. Heri memberi penekanan juga pada penyediaan fasilitas isolasi mandiri. Fasilitas ini digunakan ketika ada karyawan yang mulai mendapati gejala Covid-19 sampai kemudian apabila terkonfirmasi positif maka melanjutkan masa isolasi. Atau dirujuk bagi yang memiliki gejala sedang sampai berat.

Dia menegaskan, pemantauan ini akan rutin digelar selama PPKM Darurat Kota Mataram yang baru akan berakhir pada 20 Juli nanti. “Kami juga megimbau sektor esensial maupun nonesensial untuk mematuhi aturan ini,” tandas Heri. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional