Pendapatan Rumah Sakit Menurun Drastis

H. Lalu Herman Mahaputra. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Penyebaran virus corona tidak saja berdampak buruk terhadap pertumbuhan ekonomi, juga mengganggu sektor lainnya. Salah satu yang turut terkena imbas adalah menurun drastisnya pendapatan rumah sakit. Hal ini dipicu ketakutan masyarakat untuk memeriksakan kesehatan.

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. H. Lalu Herman Mahaputra menyampaikan, jumlah kunjungan pasien reguler saat pandemi tidak terlalu signifikan dibandingkan sebelum pandemi melanda di bulan Maret lalu. Hal ini berimplikasi terhadap penurunan pendapatan. “Jelas penurunan pendapatan terjadi,” katanya.

Iklan

Target pendapatan rumah sakit tahun ini Rp150 miliar. Jack, sapaan akrabnya, tidak secara detail disampaikan pendapatan yang diperoleh sampai akhir September akhir pekan kemarin. Dari hasil evaluasi pendapatan sebelum pandemi sekira Rp12 miliar per bulan, kini tidak sesuai. “Kemarin kita sudah evaluasi, masih jauh dari target,” sebutnya.

Dia memahami ada ketakutan berlebihan dirasakan masyarakat. Itu dinilai manusiawi. Untuk mengembalikan kepercayaan atau menghilangkan rasa takut itu lewat edukasi. Mengedukasi masyarakat pun tidak mudah. Tetapi, ia masyarakat dipersilakan mengecek kondisi kesehatan ke fasilitas kesehatan (faskes). Rumah sakit maupun faskes lainnya memiliki prosedur penanganan pasien sesuai protokol kesehatan Covid-19.

“Silakan saja datang ke faskes yang ada. Saya kira masih ada rasa takut, itu manusiawi,” tandasnya.

Justru dikhawatirkan Jack adalah pasien yang memiliki penyakit kronis. Pasien ini harus rutin memeriksa kondisi kesehatan. Jangan sampai ketakutan yang berlebihan justru menimbulkan masalah lain. “Jangan sampai takut berlebihan sehingga pasien yang awal tidak terjadi apa – apa menjadi apa-apa,” katanya mengingatkan.

Jumlah kasus Covid-19 mulai landai. Tetapi tingkat kunjungan pasien reguler maupun IGD sekitar 400 orang per hari. Sebelum pandemi kunjungan mencapai 1.000 orang per hari.

Pihaknya merasakan penurunan pendapatan ini berdampak terhadap operasional pelayanan kesehatan rumah sakit. Dengan sisa waktu selama tiga bulan, pihaknya berupaya meningkatkan kunjungan pasien, sehingga target pendapatan rumah sakit mencapai target sesuai yang ditetapkan. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional