Pendapatan Nelayan dan Pedagang di Pantai Labuhan Haji Turun Drastis

Beginilah pemandangan lapak-lapak pedagang di Pantai Labuhan Haji yang sepi dari pengunjung sejak munculnya buaya di kawasan pantai. (Ekbis NTB/yon)

MUNCULNYA buaya di Pantai Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) begitu dirasakan dampaknya oleh masyarakat sekitar, terutama bagi para pedagang dan nelayan yang ada di Pantai Labuhan Haji. Pasalnya sejak kemunculan buaya tersebut, pendapatan mereka turun drastis karena sepinya pengunjung dan nelayan tidak bisa melaut.

Hal ini disampaikan Kepala Wilayah (Kawil) Labuhan Haji Lotim, Ramadani, Minggu, 29 Agustus 2021. Dituturkannya, pemerintah bersama pihak terkait lainnya saat ini sedang melarang para pengunjung untuk mandi di kawasan Pantai Labuhan Haji untuk keselamatannya. Pasalnya, buaya yang belum diketahui asal usulnya itu beberapa kali muncul di  Pantai Labuhan Haji dengan ukuran cukup besar.

Iklan

Dengan kondisi ini, kata dia, dampaknya sangat dirasakan oleh pedagang yang mengharapkan pembeli dari para pengunjung yang berlibur di pantai ini. Begitupun untuk nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidupnya dari hasil melaut saat ini harus gigit jari.

Selaku Kawil, ia berharap agar Pemda Lotim maupun Pemprov NTB segera bertindak melakukan penanganan terhadap buaya yang ada di pesisir pantai Labuhan Haji. “Kondisinya saat ini nelayan tidak berani lagi turun melaut, begitupun untuk pengunjung sepi yang dirasakan dampaknya oleh pedagang di pesisir pantai,”terangnya.

Salah seorang pedagang di pantai Labuhan Haji, Sahmin mengungkapkan kesedihannya yang pendapatannya turun drastis sejak kemunculan buaya di pantai Labuhan Haji. Penghasilan yang biasa didapatkan dalam satu hari sekitar Rp.500 ribu, kini untuk dapat jualan Rp100 ribu belum tentu didapatkan dalam sehari.

“Pengunjung yang datang sekarang hanya dua orang sejak munculnya buaya. Sebelum adanya buaya, kita bisa dapat Rp.500 ribu lebih sehari,”tuturnya. (yon)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional