Pendangkalan Sampai 1,5 Meter, Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

Kepala Dinas PUPR Dompu, Ir. A. Muis saat mendampingi tim BNPB RI saat mengidentifikasi sungai yang memicu banjir bandang selama ini.(Suara NTB/bpbd dpu)

Dompu (Suara NTB) – Tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI turun ke Dompu untuk meninjau dampak banjir Dompu. Selain intensitas hujan yang tinggi, pendangkalan sungai di Dompu tergolong cepat dan telah mencapai 1,5 meter setelah normalisasi 2015 lalu. Normalisasi sungai akan tetap menjadi prioritas usulan penanganan darurat bencana, selain perbaikan bendungan dan jembatan.

Kepala BPBD Kabupaten Dompu, Jufri, ST, MSI kepada Suara NTB, Rabu, 7 April 2021 mengatakan, tim survei dari BNPB RI sudah turun ke Dompu untuk melihat secara langsung dampak banjir 1 April 2021 lalu. Tim dari PUPR, Perumahan, dan BPBD Dompu ikut mendampingi tim dari BNPB saat meninjau beberapa lokasi terdampak banjir, termasuk sungai Laju, sungai Daha, sungai Ranggo, dan dampak banjir yang meruk serta merendah pemukiman warga. “Saat ini penanganannya masih dalam tahap tanggap darurat,” kata Jufri.

Iklan

Jufri pun mengaku, belum bisa memastikan apa saja yang akan diajukan ke BNPB untuk ditangani dari dampak banjir bandang di Dompu. Karena hingga saat ini, tim dari Dinas PUPR bersama tim dari Dinas Perumahan dan Pemukiman Dompu masih melakukan identifikasi untuk diajukan ke BNPB.

Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Kabupaten Dompu, IDP Alit Sudarsana, ST, MT yang dihubungi terpisah mengatakan, saat ini pihaknya masih mengidentifikasi dan dilakukan DED untuk penanganannya. Untuk sungai Laju, normalisasi terakhir dilakukan pada 2015 lalu. Selama 5 – 6 tahun terakhir, justru mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. “Memang lebar sungainya tetap, tetapi kedangkalannya. Kedalaman sungai sudah berkurang. Sudah ada 1 meter sampai 1,5 meter itu sudah naik sedimen. Jadi banjir sekecil apapun, tetap keluar ke pemukiman warga,” kata Alit.

Normalisasi sungai Laju dari hulu hingga hilir akan tetap menjadi prioritas diusulkan ke BNPB di bidang pengairan. Tidak hanya pada sungai Laju, tapi juga beberapa sungai yang dilewati banjir bandang pada masa darurat. “Langkah rekonstruksinya ada beberapa bendungan yang jebol, itu harus bangunan permanen,” katanya. (ula)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional