Pendakian Tambora Resmi Dibuka

Deny Rahadi. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) Kabupaten Dompu, resmi membuka empat jalur pendakian, terhitung sejak tanggal 1 September 2020. Kendati demikian, waktu dan kuota kunjungan dibatasi 30 persen dari kapasitas daya dukung objek wisata tersebut.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Taman Nasional Tambora (BTNT), Deny Rahadi, S. Hut., M. Si., kepada Suara NTB di kantornya, Senin, 31 Agustus 2020 menyampaikan, surat edaran pertama Dirjen KSDAE taman nasional tambora masuk sebagai salah satu destinasi wisata dalam reaktivasi taman-taman di Indonesia.

Iklan

Sesuai arahan dan kriteria yang tertuang di dalamnya, pengelola kemudian menyikapinya dengan membuka objek wisata Oi Marai di Desa Kawinda Toi. Sekarang hasil evaluasi reaktivasi lanjutan menyatakan objek tersebut tidak menyebabkan munculnya klaster baru Covid-19, sehingga diberikan payung hukum untuk membuka kembali empat jalur pendakian dengan beberapa persyaratan.

“Diantaranya pendakian hanya boleh 2 hari 1 malam. Kemudian kuota hanya maksimal 30 persen untuk pendakian, sedangkan objek non pendakian sudah memungkinkan ditingkatkan 50 persen dari daya dukung wisata alam,” terangnya.

Selain persyaratan tersebut, pendaki baik dari dalam maupun luar negeri wajib mengantongi surat bebas Covid-19 dari puskesmas atau rumah sakit yang berada pada wilayah Kabupaten Bima dan Dompu. Pun mentaati protokol pencegahan virus tersebut sewaktu berada di lapangan, seperti intens mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.

Jika ditemukan melanggar oleh pengelola atau pelaku wisata lingkar tambora, Deny Rahadi meyakinkan, itu akan menjadi bahan pertimbangan untuk menutup kembali empat jalur resmi pendakian. Pun oknum pelanggar terancam dimasukan dalam daftar blacklist pendakian di seluruh Indonesia. “Pengunjung penting, tapi pengujung yang berkualitas. Bukan pengujung yang bisa menimbulkan mudarat bagi masyarakat dan pengelola,” tegasnya.

Jika melihat kuota maksimal 30 persen dari kapasitas daya dukung objek wisata yang ditetapkan, maka kunjungan pada tiap jalur bervariasi. Untuk Pancasila misalnya, terbatas sampai 251 orang perhari, kemudian Kawinda Toi 129 orang serta Piong dan Doroncanga masing-masing 87 orang.

Sementara menyangkut daftar antrian kunjungan wisata pendakian, ia mengatakan, jelang 17 Agustus kemarin memang cukup banyak permintaan. Namun untuk per 1 September 2020 besok (hari ini) belum diketahui pasti. “Sekarang belum ada, tapi kita lihat tanggal 1 besok,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional