Pendakian Tambora Dibuka, Kunjungan Belum Signifikan

Deny Rahadi. (Suara NTB/jun)

Bima (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) sudah membuka empat jalur resmi pendakian menuju kaldera raksasa Gunung Tambora. Terhitung mulai 1 April 2021. Kendati demikian, tingkat kunjungan wisatawan masih belum begitu signifikan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNT, Deny Rahadi, S. Hut., M. Si., kepada Suara NTB, Minggu , 16 Mei 2021 menyampaikan, setelah dilakukan penutupan cukup panjang akibat Covid-19 dan cuaca buruk pada musim hujan kemarin, akses pendakian tambora sudah dibuka kembali untuk wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. “Cuma tingkat kunjungan sampai sekarang tidak terlalu signifikan,” ungkapnya.

Iklan

Kalaupun ada, lanjut dia, terbatas warga dari Bima dan Dompu yang sebagian besar ingin menikamati keindahan air terjun Oi Marai di Desa Kawinda Toi. Sementara tamu dari luar daerah sangat minim, selain berkenaan dengan protokol kesehatan yang mengharuskan mereka mengantongi surat bebas Covid-19, juga terbentur kebijakan pemerintah soal penutupan akses pelabuhan mulai 6-18 Mei 2021.

Terkait data pendakian pasca pembukaan jalur tak bisa dirincinya karena belum ada rekapan dari petugas lapangan. “Pasca pembukaan pendakian ada tapi masih tamu lokal, cuma saya masih belum dapat rekapan data dari anggota di lapangan,” jelasnya.

Ditegaskan Deny Rahadi, mengingat daerah ini masih dalam ancaman pandemi Covid-19, berikut tiga varian baru yang sudah masuk di Provinsi Bali. BTNT selalu mengutamakan penerapan protokol kesehatan di dalam kawasan konservasi. Intinya, setiap pengunjung harus menggunakan masker, menjaga jarak dan melalui proses pemeriksaan suhu tubuh di tiap pintu masuk.

Dan bagi tamu luar daerah, wajib mengantongi hasil rapid antigen bebas Covid-19. “Protokol Covid-19 tetap kita perketat di kawasan, bagi yang tidak patuh tidak akan diizinkan masuk karena itu berbahaya bagi keselamatan pengunjung dan pengelola sendiri,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional