Pendakian ke Rinjani Kembali Ramai

Para pendaki saat mendaki ke puncak Rinjani. Pendakian ke puncak Rinjani sudah mulai ramai. (Suara NTB/ rus)

Selong (Suara NTB) – Setelah ditutup lama, aktivitas pendakian ke Gunung Rinjani mulai ramai. Hal ini mula pascapenurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 3 ke level 2.

Kepala Resort Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Sembalun, Taufikurrahman, Jumat, 1 Oktober 2021 mengatakan, gunung tertinggi di NTB ini selalu menjadi buruan para pecinta wisata pendakian. Pintu masuk Sembalun saat ini rata-rata  60 sampai 80 orang pendaki yang mendaftar.

Iklan

Selama masa pandemi, TNGR membatasi jumlah pengunjung. Batas maksimal 180 orang dari tiga jalur pendakian, Sembalun Lombok Timur, Senaru dan Torean Lombok Utara. “Porsinya paling banyak dari jalur Sembalun, ya sekitar 70 persen dari 180 itu para pendaki memilih jalur Sembalun, “ ungkapnya.

Dari jumlah itu, kata Taufik, sebagian besar wisatawan domestik. “Hanya 1 persen berasal dari wisatawan asing,” ucapnya lagi.

Meski dibatasi, lanjutnya, jumlah wisatawan yang mendaftar baik secara online di e-Rinjani maupun melalui jasa TrekingOrganizer (TO) selalu melebihi kuota. Mereka secara otomatis ditolak oleh sistem kalau melebihi kapasitas karena kuota sudah ditentukan.

Meski sudah berada pada PPKM level 2, setiap pendaki  wajib mematuhi protokol kesehatan (prokes) mencegah penularan Covid-19. Pengunjung diharuskan menggunakan masker, menjaga jarak aman, serta membawa surat keterangan bebas Covid-19. Semua dokumen syarat pendakian itu diperiksa terlebih dahulu oleh petugas di Resort Sembalun sebelum melakukan pendakian. (rus)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional