Pendaki Rinjani Jalur Senaru Dibatasi 45 orang

Pendaki menyusuri tebing yang menghubungkan jalur Aik Berik menuju Pelawangan, Rinjani, sebagai alternatif sejak jalur Sembalun dan Senaru ditutup hingga 2020. (Suara NTB/ist_TNGR) 

Tanjung (Suara NTB) – Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) jalur mulai dibuka kembali. Hal itu setelah Balai TNGR memperoleh Sertifikat CHSE (Clean, Healthy, Safety, and Environment) dari Pemprov NTB, 14 Agustus lalu.

Kasubag Tata Usaha BTNGR, Dwi Pangestu, kepada wartawan Selasa, 18 Agustus 2020mengatakan, akses wisata TNGR kembali dibuka usai ditutup akibat pandemi Covid. Namun demikian, akses masuk itu masih dibatasi dengan jumlah pendakian 45 orang per hari.  “Balai TNGR telah memperoleh sertifikat CHSE sebagai destinasi wisata yang telah lolos uji kelayakan implementasi protokol kesehatan. Artinya, BTNGR secara resmi sudah bisa menjual tiket kepada pengunjung,” ungkapnya.

Iklan

Dwi menyebut, Balai TNGR membuka sejumlah akses wisata. Meliputi 5 akses pendakian, dan 17 akses non pendakian. Kelima akses pendakian berada di 3 kabupaten yakni Lombok Utara, Lombok Timur dan Lombok Tengah. Akses pendakian ke Gunung Rinjani Dibuka terbatas kepada 45 orang per hari. Lama waktu kunjungan juga dibatasi dengan paket 2 hari 1 malam. Kuota kunjungan ini setara dengan 30 persen kapasitas kunjungan normal sebelum covid.

“Untuk jalur pendakian Senaru paketnya mulai dari Jebak Gawah Senaru-Pelawangan, Senaru-Danau Segara Anak dengan kuota maksimal 45 pengunjung per hari. Sedangkan jalur Sembalun melalui pintu Sembalun-Pelawangan, Sembalun-Puncak Gunung Rinjani/Danau Segara Anak dengan kuota maksimal 45 pengunjung per hari,” paparnya.

Sementara untuk akses pintu masuk Lombok Tengah, melalui jalur pintu Jebak Gawah Aik Berik – Pelawangan dengan kuota maksimal 30 orang pengunjung per hari. Kuota yang sama berlaku pula untuk akses/jalur masuk Timbanuh – Pelawangan. “Akses wisata pendakian, sementara dilayani melalui booking online,” imbuh Dwi.

Dalam pelaksanaan wisata ke TNGR, Balai akan menerapkan standar protokoler Covid secara ketat. Wisatawan diwajibkan menggunakan masker, membawa Handsantizer/sabun cair, trash bag, menjaga jarak minimal satu meter, membawa surat keterangan bebas covid-19 (untuk yang dari luar provinsi NTB) atau bebas gejala influenza.

“Semua aktivitas pendakian mengikuti SOP Pendakian berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala Balai TN Gunung Rinjani No. 103/T.39/TU/KSA/07/2020,” tandasnya. (ari)