Pendaki Asal Kendal Ini Bawa Sepeda Ontel Sampai Puncak Rinjani

Mataram (Suara NTB) – Dua pendaki gunung Asal Kendal, Jawa Tengah, berangkat mendaki untuk membawa sepeda ontel sampai puncak Gunung Rinjani. Kedua pendaki itu, Ronny Hartono dan Nicolas Abidin akan membawa sepeda ontel yang mereka juluki Pertiwi Nusantara. Sepeda buatan Inggris tahun 1946 itu, sudah dua kali dibawa ke puncak Rinjani yang berketinggian 3762 mdpl.

Kedua pendaki ini, berangkat dari Solo sejak Jumat, 17 Maret 2017 lalu. Mereka berdua mengendarai sepeda, melintasi sejumlah kabupaten/kota dari Jawa Tengah sampai Lombok. Keduanya tiba di Mataram pada 29 Maret kemarin. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Gunung Rinjani, Jumat, 7 April 2017.

Iklan

Pertiwi Nusantara adalah nama yang disematkan pada sepeda ontel yang dikendarai oleh Ronny Hartono. Sepeda buatan Inggris bermerk Phillips tersebut, merupakan harta dari kakak angkatnya. Ronny akan membawa sepeda tersebut menuju puncak gunung tertinggi di Kenya, Afrika. Tujuannya untuk menancapkan sang saka Merah Putih dan mencetak rekor sebagai karya untuk negeri.

Sebetulnya, Ronny dan Nico baru usai merampungkan misi mendaki 45 puncak gunung di Indonesia dengan membawa Sepeda Ontel. Awalnya, Rinjani merupakan titik puncak gunung ke-10 dari 45 gunung yang mereka daki. Anggota Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) ini, pernah mendaki Rinjani pada 26 September 2012 silam. Pendakian kedua bersama sepeda, dilanjutkan pada 31 Juli 2015 lalu.

“Pendakian sekarang ini menjadi bentuk pemanasan, sekaligus melepas kerinduan terhadap Rinjani. Sebab, seperti kebanyakan orang mengatakan bahwa Rinjani adalah surganya para pendaki,” katanya.

Warga Indonesia yang beralamatkan di Kendal ini, pertama kali mendaki Rinjani tanpa sepeda pada tahun 2005. Itu momentum dimana ia masih menjalani misi berjalan kaki keliling Indonesia (Backpacker). Ronny berjalan kaki mengelilingi nusantara sejak tahun 2001 hingga 2006. Pria ini telah menerima tiga penghargaan besar dari sederet prestasi yang diciptakan.

Pria yang lahir pada momen HUT Republik Indonesia ini, telah menempuh berbagai ekspedisi. Beberapa diantaranya, misi petualangan membawa sepeda menembus empat penjuru mata angin. Pertiwi Nusantara, sepeda yang ditungganginya pernah melintas dari Sabang sampai Merauke. Selain itu, sepeda tersebut juga pernah singgah di pulau terluar yakni Pulau Danarote.

“Itu Pulau yang berbatasan langsung dengan Australia. Sepeda yang saya tunggangi ini juga pernah dibawa ke Miangas, Sulawesi Utara. Pokoknya sudah hasil melintasi empat penjuru mata angin,” katanya.

Perjalanan berpetualangan dihiasi dengan agenda lawatan silaturahim dari rumah kawan ke kawan. Sebagai anggota Kosti, Ronny selalu disambut baik oleh seluruh anggota komunitas sepeda ontel se-Indonesia. Ronny berpendapat, lawatan menyambung tali silaturahim antar sesama warga negara yang dilakoninya merupakan seperempat dari jawaban atas teka-teki kata-kata mutiara yang dilontarkan Bung Karno.

“Beliau pernah berkata begini; ‘Jadikan dirimu di Dalam Apa itu Apa? Karena Kamu Belum Apa-apa?’ ujarnya menirukan petuah filosofis sang proklamator tersebut. Ungkapan yang menjadi teka-teki bagi dirinya ini yang mendorong Sang Ronny berkelana sampai ujung negeri. “Tahun 2018 saya akan mendaki Gunung Kilmanjaru di Afrika, tingginya mencapai 5895 mdpl. Kegiatan sekarang ini adalah pemanasannya,” beber Ronny.

Saat membawa sepeda melintasi tebing, Ronny ditemani kerabatnya sebagai pembawa logistik. Ia memiliki tiga jurus andalan untuk membawa sepedanya. “Kita gowes sepeda selama masih bisa digowes. Kemudian jurus kedua adalah kita panggul. Dan jurus terakhir kita ikat dengan tali lalu dikerek,” tandasnya. (met)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here