Pendaftaran Segera Dibuka, Formasi Guru PPPK Pemprov NTB Berkurang

Muhammad Nasir (Suara NTB/nas)

Mataram (SuaraNTB) – Pendaftaran seleksi CPNS dan PPPK akan segera dibuka oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Informasi secara lisan yang diperoleh Pemprov NTB, formasi untuk Guru PPPK berkurang dari sebelumnya.

“Katanya dikurangi satu formasi. Khusus Pemprov, formasi guru Bahasa Belanda dicoret. Karena ndak ada sekolah yang ngajar bahasa Belanda. Sehingga katanya formasinya dicoret,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. Muhammad Nasir dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 27 Juni 2021.

Iklan

Informasi mengenai dicoretnya satu formasi guru PPPK baru bersifat lisan. Nasir mengatakan belum menerima SK dari Menteri PANRB mengenai hal tersebut. “Cuma, informasinya seperti itu, belum bisa kita jadikan pegangan. Kita harus lihat surat keputusannya,” kata Nasir.

Begitu juga untuk daerah lain, Nasir mengatakan belum mendapatkan informasinya. Karena pada pekan kemarin, setiap Pemda mengirim masing-masing dua orang admin Sistem Seleksi CPNS Nasional (SSCN) ke BKN Kantor Regional IX Denpasar. “Masing-masing daerah belum sempat kita komunikasi,” tandasnya.

Terkait dengan rencana pembukaan pendaftaran CPNS dan PPPK akhir Juni ini, Nasir mengatakan bahwa memang Kepala BKN sudah menyampaikan hal tersebut seperti pemberitaan di sejumah media onine nasional. Namun, Pemprov masih belum mendapatkan surat resminya.

Surat resmi dari BKN itulah yang menjadi dasar Pemda nantinya membuka seleksi CPNS dan PPPK. “Tapi sudah ada titik terangnya sedikit,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemprov NTB telah mendapatkan kuota CPNS dan PPPK sebanyak 4.685. Terdiri dari formasi guru PPPK 4.443, CPNS tenaga kesehatan 271 formasi dan tenaga teknis 151 formasi.

Kemudian, Pemkot Mataram sebanyak 884 formasi, dengan rincian guru PPPK 738 formasi, CPNS tenaga kesehatan 118 formasi dan CPNS tenaga teknis 28 formasi. Pemkab Lombok Barat 1.876 formasi, dengan rincian guru PPPK 1.752 formasi, CPNS tenaga kesehatan 118 formasi dan CPNS tenaga teknis 6 formasi.

Pemkab Lombok Tengah 2.080 formasi, dengan rincian guru PPPK 1.886 formasi, CPNS tenaga kesehatan 34 formasi dan CPNS tenaga teknis 160 formasi. Pemkab Lombok Timur 509 formasi, dengan rincian guru PPPK 264 formasi, PPPK tenaga kesehatan 138 formasi,  CPNS tenaga kesehatan 83 formasi dan CPNS tenaga teknis 24 formasi.

Pemkab Lombok Utara 479 formasi, dengan rincian guru PPPK 284 formasi, PPPK tenaga kesehatan 113 formasi,  CPNS tenaga kesehatan 27 formasi, CPNS tenaga teknis 46 formasi dan PPPK tenaga teknis 9 formasi.

Pemkab Sumbawa Barat 617 formasi, dengan rincian guru PPPK 337 formasi, PPPK tenaga kesehatan 57 formasi, PPPK tenaga teknis 2 formasi, CPNS tenaga kesehatan 199 formasi dan CPNS tenaga teknis 22 formasi.

Pemkab Sumbawa 1.832 formasi, dengan rincian guru PPPK 1.613 formasi, CPNS tenaga kesehatan 137 formasi dan CPNS tenaga teknis 82 formasi. Pemkab Dompu 1.020 formasi, dengan rincian guru PPPK 630 formasi, PPPK tenaga kesehatan satu formasi, PPPK tenaga teknis 12 formasi, CPNS tenaga kesehatan 247 formasi, dan CPNS tenaga teknis 130 formasi.

Selanjutnya, Pemkab Bima 275 formasi, dengan rincian guru PPPK 90 formasi, PPPK tenaga kesehatan 9 formasi, PPPK tenaga teknis 12 formasi, CPNS tenaga kesehatan 134 formasi dan CPNS tenaga teknis 30 formasi. Dan terakhir Pemkot Bima 301 formasi, dengan rincian guru PPPK 181 formasi, PPPK tenaga kesehatan satu formasi, PPPK tenaga teknis 46 formasi, CPNS tenaga kesehatan 57 formasi dan CPNS tenaga teknis 16 formasi. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional