Pendaftar P3K di KLU Tidak Penuhi Kuota

Eks honor K2 saat mendaftar sebagai tenaga P3K di BKPSDM Lotim belum lama ini. (Suara NTB/yon)

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) memperoleh tambahan kuota pegawai melalui program Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) sebanyak 78 orang. Kuota ini pun tidak maksimal terserap, sebab hanya 56 calon tenaga P3K yang lulus seleksi administrasi.

Demikian diakui Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD PSDM) KLU, H. M. Najib, M.Pd., Rabu,  20 Februari 2019. Disebutkan, alokasi tambahan pegawai dari P3K sebanyak 78 orang terdiri atas dua formasi saja. Masing-masing 56 orang untuk tenaga K2, dan 22 orang dari tenaga penyuluh. Bahkan untuk penyuluh sendiri, nama-nama yang masuk seleksi P3K telah dicantumkan oleh Kementerian Pertanian.

Iklan

“Untuk tenaga PPPK kita sudah pendaftaran, verifikasi juga sudah. Dari 78 kuota, hanya 56 orang yang lulus,” ujarnya.

Najib menjelaskan, pemberian kuota P3K dimaksudkan untuk menambah jumlah pegawai akibat minimnya PNS dan kuota CPNS yang minim di Lombok Utara. Kendati demikian, jumlah kuota dibatasi dengan penentuan aloksi ditentukan oleh pemerintah pusat.

Sejak pendaftaran dibuka dan ditutup tiga hari lalu, Najib menyebut masih ada pendaftar yang tidak memenuhi syarat. Misalnya pada tenaga K2 untuk katagori guru, syarat ijazah masih belum terpenuhi.

Ia menyambung, Pemda Lombok Utara bersifat pasif dalam proses penentuan kuota. Sebab batas kuota ditentukan langsung oleh pusat. Dalam hal ini pun, beban kompensasi gaji tenaga P3K dibebankan kepada anggaran daerah. “Anggaran untuk pengangkatan dari awal sudah siapkan, tapi hanya untuk pengangkatan saja. Kalau gaji bulanan nanti oleh APBD, saat lulus akan disesuaikan,” paparnya.

Saat ini, progres pendaftaran tenaga P3K sudah berakhir. Di mana pengumuman pendaftaran yang lulus sudah bisa dilihat pada website milik BKD Pemda Lombok Utara.

Sementara di Lombok Timur (Lotim), 12 pendaftar yang mengikuti rekrutmen P3K tahap I tahun 2019 dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) alias gugur. Alasannya, 12 pelamar tersebut tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, (20/2), Kepala Bidang Data dan Formasi pada BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto, menjelaskan proses seleksi administrasi dalam rekrutmen P3K ini sudah tuntas dilakukan. Para pendaftar yang merupakan eks kategori II sudah menyerahkan berkas pendaftarannya. Namun dari 508 berkas pendaftaran yang masuk, terdapat sebanyak 12 orang dinyatakan TMS, sehingga tidak dapat mengikuti tahapan berikutnya.

Selain itu, 12 pendaftar yang dinyatakan TMS itu dikarenakan tingkat pendidikannya tidak sesuai dengan kualifikasi formasi. Misalnya, untuk guru pendidikan minimal S1, namun yang bersangkutan masih SGO dan beberapa persoalan lainnya.”Yang gugur sebanyak 12 orang dari 508 yang mendaftar. Dan tidak bisa diakomodir di rekrutmen tahap II kalau masalah pendidikan,” ujarnya.

Sebagaimana tertuang dalam Permenpan RB Nomor 2 Tahun 2019, bagi pendaftar yang dinyatakan lulus. Lanjut Ugi, nantinya mengikuti seleksi kompetensi dan wawancara. Adapun dari 496 pendaftar yang berhak untuk mengikuti proses seleksi dengan kuota yang akan diakomodir sebanyak 73 orang untuk tahap I ini. Rincian formasinya yakni untuk tenaga guru sebanyak 60 orang, tenaga kesehatan sebanyak 4 orang, dan tenaga penyuluh sebanyak 9 orang.  (ari/yon)