Pendaftar Menurun, SMPN 13 Mataram akan Evaluasi Zonasi

Kepala SMPN 13 Mataram, H. Ahmad Saehu saat memantau proses pendaftaran PPDB di SMPN 13 Mataram.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pendaftar di SMPN 13 Mataram pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jalur Zonasi yang dibuka sejak Senin, 28 Juni 2021 sampai dengan Rabu, 30 Juni 2021 kurang dari kuota. Pihak SMPN 13 Mataram akan mengevaluasi penetapan wilayah zonasi.

Kepala SMPN 13 Mataram, H. Ahmad Saehu, S.Pd., pada Rabu (30/6) menyampaikan, sampai dengan Rabu (30/6) siang, kuota 140 siswa dari 50 persen total daya tampung SMPN 13 Mataram hanya terisi setengahnya atau sekitar 70 calon siswa. Menurutnya, hal ini diakibatkan wilayah zonasi SMPN 13 Mataram yang dulunya sumber siswa sudah tidak lagi menjadi bagian zonasi SMPN 13 Mataram.

Iklan

“Jauh kurang kami hanya memperoleh pendaftar lewat zonasi hanya 70 calan siswa. Ini diakibatkan oleh zonasi yang dulu sumber siswa sudah tidak ter-cover, seperti Kekalik Jaya, Punia yang mana jaraknya kurang dari 1 kilometer,” ujarnya.

Dengan melihat kenyataan itu, untuk tahun depan pihaknya tidak tinggal diam. Ia akan meminta sejumlah wilayah itu menjadi zonasi irisan. Di samping itu, ada zonasi tahun ini, tetapi tidak ada satu pun calon siswa yang mendaftar.

Sementara untuk jalur afirmasi dan jalur prestasi, pendaftar di SMPN 13 Mataram sangat banyak bahkan melebihi kuota. “Jalur afirmasi sebanyak 42 siswa, Jalur prestasi 84 siswa. Sesuai kuota dan banyak yang terlempar karena melebih kuota,” kata Saehu.

Ia berharap masyarakat Kota Mataram mempercayai anak-anaknya menuntut ilmu di SMPN 13 Mataram. Saehu menekankan, pelayanan yang dilakukan di SMPN 13 Mataram sangat prima menurut beberapa pengakuan dari orang tua pendaftar. Masyarakat sangat merasa nyaman dengan layanan yang disuguhkan oleh panitia seperti tersedianya air minum, dan permen, layaknya seperti pelayanan di bank. Ia juga menyebutkan, untuk protokol kesehatan cegah penularan Covid-19 tetap dinomorsatukan pihaknya.

Pengumuman hasil seleksi untuk jalur zonasi dan perpindahan orang tua/wali pada Kamis (1/7). PPDB pada SMP Negeri dilaksanakan dengan mekanisme dalam jaringan (daring)/online melalui jalur afirmasi bagi siswa dari keluarga tidak mampu dengan kuota minimal 15 persen. Perpindahan tugas orang tua/wali kuota maksimal 5 persen. Jalur prestasi bagi calon siswa dari luar zona sekolah dengan kuota maksimal 30 persen, dan jalur zonasi dengan kuota minimal 50 persen. (ron)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional