Pendaftar Haji di Kota Mataram Menurun Drastis

Salah seorang CJH di Kota Mataram melakukan konsultasi untuk penarikan biaya pelunasan ongkos naik haji di Kantor Kemenag Kota Mataram, Selasa, 8 Juni 2021. Penarikan biaya pelunasan banyak dilakukan oleh CJH, terutama setelah pembatalan pemberangkatan haji sejak 2020 lalu.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Seksi Pemberangkatan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram mencatat pendaftaran haji per bulan sampai saat ini mengalami penurunan drastis hingga 50 persen. Kondisi tersebut diduga akibat dari perputaran ekonomi masyarakat serta pembatalan pemberangkatan dua tahun terakhir yang disebabkan pandemi coronavirus disease (Covid-19).

“Kalau daftar setiap hari memang masih ada, tapi jauh berkurang. Sebelum covid misalnya bisa sekitar 200 orang per bulan, sekarang paling banyak per bulan sekitar 100 orang. Jadi hanya setengah dari kondisi normal,” ujar Kasi Penempatan Haji dan Umrah Kemenag Kota Mataram, H. Kasmi saat memberikan keterangan, Selasa, 8 Juni 2021.

Iklan

Di sisi lain, sampai dengan 8 Juni 2021 pihaknya mencatat sekitar 79 orang calon jamaah haji melakukan pembatalan pembayaran. Baik dengan penarikan pembayaran awal porsi haji maupun penarikan pelunasan. “Ada yang sudah proses konfirmasi bank (untuk penarikan) 73 orang, dan yang belum dikonfirmasi bank sekitar 6 orang,” jelasnya. Melihat jumlah pembatalan tersebut terus bertambah setiap harinya, pihaknya berharap CJH di Kota Mataram dapat lebih bersabar. Terutama agar penarikan tidak dilakukan untuk pembayaran porsi haji, sehingga jadwal pemberangkatan dapat terus diproses.

“Kalau yang ditarik hanya setoran pelunasan, itu masih kita jadwalkan untuk pemberangkatan dengan menyetorkan lagi pelunasannya. Yang hilang (dari daftar tunggu) itu kalau pembayaran awalnya yang ditarik,” ujar Kasmi. Menurutnya, kondisi tersebut memang dapat dimaklumi. Terlebih lama waktu tunggu CJH di Kota Mataram untuk pemberangkatan haji saat ini telah mencapai 35 tahun. “Itu termasuk akibat dari pembatalan dua tahun ini, dan pengurangan kuota pemberangkatan. Padahal jumlah jamaah kita terus bertambah,” sambungnya.

Sembari menunggu kepastian pemberangkatan, pihaknya juga meminta seluruh CJH di Kota Mataram mengambil kembali paspor yang saat ini masih disimpan di Kemenag Kota Mataram. Pengambilan tersebut ditujukan agar 774 paspor yang disimpan tidak hilang. “Jadi supaya aman lebih baik diambil saja. Nanti kapan ada pemberangkatan baru diserahkan ke kita,” tandas Kasmi.

Salah satu CJH di Kota Mataram, Husnah menyebut pembatalan pemberangkatan untuk kedua kalinya sejak 2020 lalu memang sangat disayangkan. Dirinya juga menjadi salah satu CJH yang terpaksa menarik kembali biaya pelunasan yang telah disetorkan. “Tidak akan saya tarik semua, tapi saya butuh yang setoran awal untuk biaya sehari-hari,” ujar CJH asal Seganteng tersebut. Jumlah biaya pelunasan yang ditariknya sebesar Rp11.897.938. Dengan penarikan tersebut, dirinya diwajibkan kembali membayar pelunasan jika pemberangkatan haji kembali dibuka. “Tidak apa-apa (membayar lagi),” sambung Husnah.

Sebelum melakukan penarikan, dirinya mendapat beberapa pertanyaan dari petugas Kemenag Kota Mataram. Terutama tentang alasan dan keinginannya menarik biaya pelunasan. Selain itu dipaparkan juga beberapa konsekuensi yang harus diterimanya jika biaya pelunasan tersebut tetap ditarik. “Sudah dijelaskan tadi, kalau setoran awal yang ditarik bagaimana dan kalau biaya pelunasan saja yang ditarik bagaimana. Nanti diminta juga menunggu seminggu (untuk pencairan), tidak apa-apa. Karena sekarang kita juga sedang butuh,” tandas Husnah. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional