Pencurian Brankas PMI Lombok Barat, Polda NTB Siapkan Sangkaan TPPU Rp653,5 Juta

Tersangka Songak digiring menggunakan kursi beroda, Senin, 8 Maret 2021 saat dihadirkan dalam konferensi pers pengungkapan kasus pencurian brankas Unit Donor Darah PMI Lombok Barat.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB menelusuri aliran dana hasil pencurian brankas Kantor Unit Donor Darah PMI Lombok Barat senilai Rp653,5 juta. Dari penyelidikan awal, uang itu sudah dipakai untuk membeli aset bergerak dan tidak bergerak. Penyelidikan bergerak ke tindak pidana pencucian uang (TPPU). “Ada dibelikan rumah, tanah, motor. Semua nanti yang berkaitan kita telusuri. Kita TPPU-kan,” tegas Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Hari Brata Senin, 8 Maret 2021 didampingi Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto.

Menurutnya, pencurian para pelaku ini masif. Sehingga sangkaan pencurian dengan pemberatan pada pasal 363 KUHP saja tidak cukup. Hasil keuntungan dari pencurian itu pun diselidiki. “Mereka kita mintai pertanggungjawaban atas penggunaan uangnya. Uang yang di dalam brankas itu uang operasional PMI,” sebutnya.

Iklan

Penyidik sudah mengidentifikasi pelakunya berjumlah dua orang. Pelaku berinisial DD masih buron. Yang sudah ditangkap, HS alias Songak (27) mendapatkan bagian Rp300 juta. “Hasilnya dibagi dua. Sisanya dibagi-bagi dengan yang membantu membukakan brankas,” kata Hari. Uang tersebut diantaranya sebesar Rp10 juta diberikan kepada rekan Songak. Sebagai imbal jasa meminjamkan cangkul saat membuka brangkas di rumahnya di Jempong Timur, Jempong, Sekarbela, Mataram.

Sementara Songak mengakui perbuatannya. Pria ini mencari tambahan dana untuk membayar utang ibunya. “Saya ndak tahu waktu itu kasih berapa. Tapi saya ndak bilang (hasil mencuri). Kalau saya kasih mungkin ibu saya juga tidak mau terima,” ucapnya. Sebelumnya diberitakan, pelaku pencurian Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Lombok Barat US alias Songak harus mendapat perawatan medis. Residivis pencurian ini ditembak karena coba-coba merebut senjata polisi saat ditangkap. Songak disangka membobol brankas yang berisi uang Rp653,5 juta.

Hari mengatakan, Songak selama ini bersembunyi di kampung halamannya di Desa Songak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur. Rumah itu pula tempatnya dia ditangkap. “Dia ini pelaku utama. Dari pencurian itu dia mendapatkan bagian Rp300 juta,” kata Hari. Songak digerebek Minggu, 7 Maret 2021. Rumah sasaran penangkapan padat penduduk. Tim Puma Polda NTB mengepung rumah. Tapi Songak banyak akal. Dia lari dengan menjebol atap rumah. Pria yang bermukim di Jempong, Sekarbela, Mataram ini kabur.

Polisi dan Songak berkejaran lewat gang-gang perkampungan padat penduduk. Songak paham situasi sehingga hampir lolos. Namun akhirnya terpojok. Songak hilang akal sampai-sampai mau merebut senjata polisi. Masyarakat setempat ikut heboh hingga ingin menghakimi Songak. Tembakan peringatan pun dilepaskan ke udara. Songak tetap memanfaatkan situasi mencari jalan kabur. Akhirnya, satu peluru kemudian menembus kakinya. “Tembakan terukur setelah itu pelaku kami evakuasi,” ucap Hari.

Perburuan terhadap Songak ini atas dugaan pembobolan Kantor PMI Lombok Barat di Jalan Bung Hatta, Pejanggik, Selaparang, Mataram pada Minggu, 21 Februari 2021 dini hari pukul 03.00 Wita lalu. Brankas dibawa kabur setelah Songak dan satu temannya yang masih buron menjebol jendela. Brankas yang digondol itu berisi uang tunai Rp653,5 juta; buku tabungan; sertifikat tanah; tiga BPKB mobil; dan dua set kunci serep mobil. PMI Lobar merugi sampai Rp722,5 juta.

Hari mengatakan, Songak menggunakan uang hasil pencuriannya untuk membeli sepeda motor Kawasaki LX150 seharga Rp22,5 juta. Motor itu sudah disamarkan berseberangan dari keterangan pada STNK. “Sisa uang pencuriannya yang dia akui masih ada Rp200 ribu,” sebutnya. Songak sudah dua kali keluar masuk penjara. Satu kasus pencurian di Lingsar, Lombok Barat tahun 2018 yang membuatnya divonis penjara delapan tahun penjara. Kemudian tahun 2019 Songak terbukti menjadi penadah ponsel curian di Jalan Sriwijaya, Cakranegara, Mataram. Vonisnya sembilan bulan penjara. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional