Pencuri Motor Marbot Musola Taman Udayana Ditangkap

Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa menginterogasi pelaku SF, Selasa (3/8) yang diduga mencuri motor marbot musala Taman Udayana bersama kawannya, GN. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Marbot musala Taman Udayana sudah dua kali kehilangan sepeda motornya. Kejadian yang kali kedua, saat korban beristirahat usai membersihkan musola sebelum waktu Subuh tiba. Setelah ditelusurinya, ternyata pelakunya diduga kelompok orang yang kerap mabuk-mabukan di area taman.

“Dua orang pelakunya baru pulang dari minum minuman keras di Bundaran Udayana,” ujar Kasatreskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Selasa, 3 Agustus 2021 terangnya saat menggelar konferensi pers.

Iklan

Kejadiannya, korban memarkir sepeda Motor Honda Revo warna hitam miliknya yang dekat dengan area musala. Setelah selesai membersihkan musala, korban tertidur sambil menunggu waktu Subuh. Tapi malang nasibnya, begitu bangun motor seharga Rp3 juta itu raib.

Kadek Adi mengatakan, dua pelakunya, SF (23) dan GN (18) ini mencari musala itu untuk memanfaatkan toiletnya. Mereka mencari tempat buang air kecil selepas menenggak tuak. Pada saat itu, mereka melihat sepeda motor korban terparkir.

Sementara, kunci kontak motor itu sudah dalam keadaan rusak. “Pelaku SF lalu mencoba menyalakan motor korban dengan kunci motor yang dia pakai,” ujar dia. Motor dapat menyala sehingga motor dituntun sampai jalan raya dan dibawa kabur.

Motor sempat disimpan sementara di belakang halaman sekolah dekat rumah pelaku SF. Motor itu lalu dibawa ke penadah. “Motornya laku Rp500 ribu. Uangnya dipakai lagi untuk membeli minuman keras. Dipakai mabuk-mabukan lagi,” ungkap Kadek Adi.

Para pelaku ini kemudian ditangkap di rumahnya masing-masing. SF ditangkap di rumahnya di Pejarakan Karya, Ampenan, Mataram. Sementara GN ditangkap di Monjok, Selaparang, Mataram.

Motor korban sudah disita dari penadah di kawasan Batulayar, Lombok Barat. Pada saat penyitaan, Tim Puma kembali menemukan tujuh motor lain diduga terkait tindak pidana. Antara lain, motor gede Suzuki Bandit, Kawasaki Ninja, Suzuki RGR, Yamaha RX King, Honda Karisma, Suzuki Smash, dan Honda Revo.

“Semua kendaraan ini tidak ada surat-suratnya. Kita sedang telusuri apakah ini hasil curian atau tidak. Sementara kita masih lakukan pengembangan,” tutup Kadek Adi. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional