Pencucian Uang Rp18 Miliar, Terkendala Nilai Aset Tersangka

I Gusti Putu Gede Ekawana (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB masih menelusuri aset tersangka tindak pidana pencucian uang Rp18 miliar, H. Zainudin. Uang hasil penipuan investor itu diduga sudah dipakai tersangka untuk membeli tanah. Ada juga harta bergerak seperti mobil dan sepeda motor. Nilai aset masih belum final.

“Aset Haji Zen (Zaenudin) masih perlu pendalaman lagi. Perlu dihitung dengan nilai sebenarnya,” beber Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Selasa, 3 Maret 2020.

Iklan

Penyidik Subdit II Perbankan sudah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri aset-aset tersangka. Sejumlah aset sudah terdeteksi. Namun, penyidik masih harus memastikan lagi apakah aset itu didapat dari hasil tindak pidana.

“Sudah pakai PPATK untuk tracing aset. Telusuri sumber uang yang dipakai untuk membeli aset lain. Kita masih cari apakah dia mengaburkan asetnya dengan mengatasnamakan ke orang lain,” jelas Eka.

Terpidana penipuan Rp18 miliar H Zaenudin sudah ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Zaenudin dijerat dengan  pasal 3 juncto pasal 4 UU RI No8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Zaenudin diduga menggunakan uang hasil penipuan dengan membeli sejumlah aset. Antara lain, menjadi 69 sporadik untuk lahan seluas 40 hektare di kawasan Buwun Mas, Sekotong, Lombok Barat, pembelian mobil, dan sepeda motor. Tersangka dengan alias Mamiq Zen ini sudah dihukum tiga tahun penjara oleh majelis hakim kasasi Mahkamah Agung RI.

Zaenudin menawarkan lahan kepada investor, Andre Setiadi Karyadi di Pandanan dan Meang, Sekotong, Lombok Barat; serta di kawasan Pantai Surga, Jerowaru, Lombok Timur. Total luasnya 8 hektare. (why)