Pencarian Tujuh ABK Hilang ke Pulau Sedapur

Tim SAR saat melanjutkan pencarian tujuh ABK yang hilang ke Pulau Sedapur. (Suara NTB/ist_SAR Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Memasuki hari ketiga Selasa, 27 November 2018, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang di sekitar perairan pulau Kapoposang Bali, utara perairan pulau Sumbawa, NTB.  Radius pencarian mengarah ke Selatan mengikuti arah arus laut.

Pencarian hingga sore kemarin melibatkan 18 kru kapal. Rescue Boat 220.

Iklan

Nakhoda Rescue Boat 220  Nurdin menjelaskan, pencarian dilakukan ke arah Selatan di sekitar Pulau Sedapur. ‘’Penyisiran di radius pulau tersebut, mengingat arus dan angin cenderung mengarah ke sana, sehingga pencarian difokuskan di wilayah selatan Pulau Kapoposang Bali,’’ kata Nurdin dihubungi Selasa kemarin.

Jika tidak membuahkan hasil, rencana Rabu, 28 November 2018 masih melakukan penyisiran sesuai dengan SAR Map yang diberikan dari Kantor SAR Mataram. Timnya fokus pencarian di sekitar perairan Pulau Sedapur.

‘’Menurut informasi korban menggunakan rompi penolong, jadi ada kemungkinan korban terdampar di Pulau Sedapur,’’ kata Nurdin yang saat dihubungi sedang jangkar di Pelabuhan Badas, Sumbawa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram I Nyoman Sidakarya menambahkan, kapal Rescue Boat 220 Mataram diterjunkan ke lokasi kejadian sejak Minggu pagi.

Upaya lainnya, dengan menggali informasi dari kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian melalui SROP (Stasiun Radio Operasi Pantai) dan berkoordinasi dengan unsur terkait setelah menerima laporan.

‘’Ada 18 orang personel kami berangkatkan yang on board di kapal Rescue Boat 220 Mataram. Dari hari minggu kemarin, tim kami menyisir dari sekitar lokasi kejadian hingga sebelah utara Pulau Kapoposang Bali dan selanjutnya mengarah ke arah selatan. Namun hingga hari ini pukul 18.30 Wita hasil pencarian masih nihil,’’ kata Nyoman.

Operasi pencarian juga melibatkan unsur-unsur terkait antara lain TNI-AL Mataram, Pol Airud Polda NTB, SROP dan unsur terkait lainnya. Selain itu, kemarin juga dilakukan pencarian dari udara menggunakan pesawat Patroli Maritim TNI angkatan Laut yang terbang dari Surabaya. Setelah melakukan pencarian selama satu jam, pesawat udara P-8301 meninggalkan area pencarian menuju ke Makassar.

Kamis (22/11) sekitar pukul 14.00 Wita, KM Multi Prima I dengan POB 14 orang tenggelam dihantam gelombang saat berada di perairan Kapoposang, Bali. Tujuh ABK  dengan rute  Surabaya menuju Waingapu, NTT ini berhasil dievakuasi  dalam keadaan selamat oleh kapal KM Cahaya Abadi 201 yang sebelumnya mendengarkan isyarat meminta bantuan “May day-may day-may day”.

Dari kapal tersebut melalui radio di chanel 16 dan dibawa menuju Probolinggo, Jawa Timur. Sedangkan tujuh orang lainnya belum berhasil ditemukan hingga saat ini.

Adapun data-data korban yang berhasil ditemukan adalah Bob Chris Butarbutar (26) 2nd Officer, asal Parapat Medan, Rahmat Tuloh (27) 2nd Engineer asal  Lamongan, Debiyallah Sastria (27) asal Larantuka Flores, Zainal Arifin  M (21) asal  Larantuka Flores, Benyamin Henuk (34) asal Larantuka Flores, Aldy Hidayat (18) Cadet engine asal Bantaeng Makasar, Haji Jamaludin S (20) Koki asal Bantaeng Makasar.

Sedangkan untuk data-data tujuh korban yang belum ditemukan antara lain Syamsul Syahdan (38) Chief, Flores Timur, Tarsisius D Atulolong (35), Nahkoda, Flores Timur, Pande(67), KKM, Jakarta, Riski (26) Oiler, Kupang, Sutrisno (57) Oiler, Sragen, Sonny Kancil (41) Bosun, Flores, Philipus Kopong (43) Bas, Flores. (ars)