Pencapaian Pencetakan E-KTP, Lotim Terendah Kelima se-Indonesia

Mataram (suarantb.com) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) merupakan daerah dengan pencapaian pencetakan KTP elektronik (e-KTP) terendah di Provinsi NTB. Bahkan tercatat sebagai kabupaten dengan capaian terendah se-Indonesia di 2016 ini. Dari jumlah 925.867 jiwa warga wajib KTP, jumlah yang belum mengurus e-KTP ini lebih dari 250 ribu orang. Pengurusan e-KTP Lotim baru mencapai angka 66,7 persen.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil (Disosdukcapil) NTB, H. Ahsanul Khalik. Rendahnya capaian tersebut karena sulitnya akses pengurusan e-KTP. Sebab wilayah Lotim dan Loteng memiliki cakupan wilayah yang cukup luas, sehingga daerah-daerah yang berada jauh dari kantor dinas terkait yang mengurusi pencetakan e-KTP ini mengalami kesulitan melakukan pengurusan e-KTP.

Iklan

“Masyarakat mau ngurus itu, biayanya ndak ada, terus tempatnya jauh. Jadi cukup kesulitan,” ungkapnya.

Untuk itu pihaknya berupaya memudahkan akses pengurusan e-KTP bagi semua masyarakat NTB secara menyeluruh dengan mengadakan mobil operasional keliling. Disosdukcapil NTB sendiri segera mengusulkan pengadaan bantuan mobil operasional keliling ke pemerintah pusat.

Sementara ini di NTB, mobil operasional keliling yang sudah beroperasi hanya di wilayah Kota Mataram. Sehingga tingkat pencapaian pengurusan e-KTP di Kota Mataram sudah cukup pesat, dan tercatat sebagai daerah dengan pencapaian terbaik di NTB.

Ahsanul sendiri mengupayakan agar konsep yang dijalankan di Kota Mataram dapat disinergikan dengan wilayah-wilayah lainnya untuk peningkatan pelayanan e-KTP. Terutama wilayah yang pencapaiannya masih rendah, seperti Lotim dan Loteng. Sebab pelayanan administrasi kependudukan, terutama e-KTP merupakan hak semua anggota masyarakat. Tidak diperkenankan bagi siapa pun untuk memungut biaya, dalam bentuk apa pun, untuk pengurusan administrasi kependudukan ini.

“Karena ini hak masyarakat, jadi pemerintah juga harus jemput bola ke lapangan. Kita akan coba itu nanti,” ujarnya. (rdi)