Pencairan BST 5.100 KPM di Sumbawa Ditunda

Mirajuddin. (Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah pusat menunda pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 5.100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sumbawa. Jumlah tersebut terhitung sejak bulan Desember 2020 hingga April 2021.

Kepala Dinas Sosial (Disos) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Linjamsos, Mirajuddin, S.T membenarkan hal tersebut. Data terakhir penerima BST dari Kemensos pada Desember 2020 sebanyak 27.430 KK. Selanjutnya pada  Januari – Februari data ini berkurang sekitar 2000-an menjadi 25.936 KK.  Begitu juga di Maret – April 2021 berkurang lagi menjadi 22.323 KK. Peralihan jumlah penerima BST dari Desember ke Januari-Februari kemungkinan terjadi karena adanya penerima bantuan melalui rekening dialihkan melalui POS. Tetapi banyak yang belum terealisasi saat itu. Kemudian perubahan data pada Bulan Maret-April menurun sekitar 3000-an dari periode Januari-Februari. “Setelah kami konfirmasi ke Kementrian ada proses perbaikan NIK. Kami juga menemukan fakta banyak  penerima ini invalid di Dukcapil. Artinya tidak dikenal Dukcapil. Ini yang sedang kami proses konsolidasi. Bisa jadi karena ada perubahan KK sehingga  proses di Capil daerah dengan pusat belum terkonsolidasi,” terangnya.

Iklan

Atas kondisi tersebut, sehingga terdapat 5.100 penerima yang ditunda pencairannya. Pihaknya berharap penerima tersebut nantinya bisa terakomodir. “Mudah-mudahan bisa diakomodir lagi yang 5.100 itu. Saya dapat informasi dari kementerian, mereka tetap melakukan perbaikan dengan data kita. Ini istilahnya bukan pengurangan. Tapi penundaan. Jadi sampai betul-betul padan NIK tertera dengan penerima dengan yang ada di dukcapil. Ini yang kami harap masyarakat bersabar. Saat ini adalah merekap data-data yang tidak keluar. Untuk kita laporkan ke kementerian,” pungkasnya. (ind)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional